Saat Gadis Rohingya Membalas Kebaikan Mustafa Si Nelayan Langsa

Saat Gadis Rohingya Membalas Kebaikan Mustafa Si Nelayan Langsa

LANGSA – Mustafa, 23 tahun, salah satu nelayan Kuala Langsa yang ikut serta menyelamatkan ratusan migran asal Myanmar dan Bangladesh di lautan lepas beberapa waktu lalu, tidak menyangka perbuatannya selalu dikenang pengungsi. Adalah Rozia, 22 tahun, gadis Rohingya yang membalas budinya dengan memberikan sekotak hadiah Jumat malam, 29 Mei 2015.

Mustafa yang terharu dengan sikap Rozia menceritakannya kepada portalsatu.com, Sabtu, 30 Mei 2015. Awalnya, warga Sungai Paoh, Kecamatan Langsa Barat ini mengunjungi kamp pengungsian di Kuala Langsa. Dia ingin ikut serta dalam zikir dan doa bersama yang diadakan di sana. Namun, sebelum kegiatan dimulai, Mustafa tiba-tiba dipanggil oleh Rozia. Waktu itu jarum jam menunjukkan pukul 20.00 WIB malam.

Rozia kemudian memberikan satu kardus kotak mie instan kepada pria berkulit sawo matang ini. Mulanya Mustafa menolak. Ia berpikir untuk apa Rozia memberikan sekardus mie instan kepadanya padahal para imigran sangat membutuhkan bantuan ini.

MustafaMenurut Mustafa, Rozia saat itu setengah memaksa. Akhirnya dia menerima pemberian gadis tersebut. Kardus mie instan yang diterima Mustafa terbilang berat saat diangkat. Ia pun penasaran dan membukanya. Sesaat Mustafa tertegun. Kardus tersebut ternyata berisi dua helai mukena, gula satu kilogram, bubuk teh, indomie, sabun mandi dan sampho.

Mustafa mengaku terharu dengan pemberian tersebut. Ia mengucapkan terima kasih karena tidak pernah membayangkan hal-hal seperti ini. Dia mengaku tidak menyangka akan menerima pemberian dari warga Rohingya yang kini sangat membutuhkan bantuan dari semua pihak. Mustafa mengatakan pemberian tersebut sangat berarti baginya. Apalagi, kata Mustafa, warga Rohingya masih mengingat bantuan yang diberikan nelayan Langsa kepada mereka.

Mustafa mengaku telah empat kali mendatangi lokasi pengungsian warga Myanmar tersebut. Saban ia datang, para migran kerap memanggilnya dengan berbagai cara.

“Melambaikan tangan, memberi salam dan memanggil dalam bahasa mereka sendiri. Setelah saya hampiri, mereka mengajak saya duduk di dalam dan apapun makanan, snack yang mereka miliki itu dihidangkan,” ujar Mustafa.

Mustafa mengaku bangga telah menyelamatkan warga Rohingya yang sempat terombang-ambing di lautan. Apalagi setelah melihat semua kebutuhan mereka kini terpenuhi, baik makanan, minuman, dan tempat tidur.

“Karena ketika pertama kami temukan, mereka menangis karena lapar haus dan sebagainya,” kata Mustafa.[](bna)

Laporan: Fathoerrahman

Foto ilustrasi warga Rohingya di penampungan Kuala Cangkoi, Aceh Utara. @Zulkifli Anwar/portalsatu.com

Leave a Reply