Rupiah Jeblok, Rektor Unsyiah: Aceh Tidak Terpengaruh

Rupiah Jeblok, Rektor Unsyiah: Aceh Tidak Terpengaruh

BANDA ACEH – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang masih terus terjadi meski mengkhawatirkan berbagai pihak di luar Aceh, namun untuk Aceh, menurut Rektor Unsyiah, Samsul Rizal, tidak terlalu berpengaruh.
Menurut Samsul, jebloknya rupiah terhadap dollar AS hanya mengancam daerah-daerah yang banyak industri yang mengimpor bahan baku.
“Aceh bukan daerah industri yang bahan bakunya bergantung dari impor,” kata Samsul Rizal usai acara Pembinaan dan Pengenalan Akademik Mahasiswa Baru di Unsyiah, Minggu, 30 Agustus 2015.
Bahkan, menurut Rektor Unsyiah itu, Aceh berpeluang mendapat keuntungan dari naiknya dollar AS. Misalnya di sektor perkebunan, pertanian dan perikanan serta pariwisata.
Untuk itu, Rektor Unsyiah mengajak Pemerintah Aceh dan DPR Aceh untuk serius membenahi dan memperkuat sektor-sektor ini.
“Upayakan pengesahan APBA tepat waktu,” kata Rektor Unsyiah.
Ajakan agar pengesahan APBA bisa dilakukan tepat waktu agar paket-paket kegiatan pembangunan bisa segera dilaksanakan.
“Sebaiknya, pelaksana paket kegiatan pembangunan dilaksanakan oleh rekanan di Aceh sendiri. Jangan lebih banyak dari luar, ” kata Rektor Unsyiah.
Samsul menambahkan, problem Aceh bukan pada krosis ekonomi karena jebloknya rupiah terhadap dollar AS. Tapi, Aceh krisis pendapatan karena banyak sektor-sektor yang seharusnya bisa menghasilkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja tidak dimaksimalkan pembenahan dan pengelolaannya.
“Saya mendorong pemerintah dan DPR Aceh untuk menseriusi hal ini,” kata Rektor Unsyiah yang diamini oleh Sulaiman Abda selaku Ketua IKA Unsyiah yang hadir di acara tersebut.[] (ihn)
Foto: Rektor Unsyiah Samsul Rizal @suarakomunikasi.com

Leave a Reply