Rumah untuk Kaum Miskin di Aceh Standar Eropa

Wakil Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan representatif  NGO Acord-Switzerland, Mr. Omran Muhamed Fouad, menandatangani MoU hibah rumah sebanyak 105 ribu unit untuk rakyat Aceh. Acara tersebut digelar di Gampong Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Kamis, 13 Maret 2014.

“Sebanyak 105 ribu rumah bantuan hibah NGO Acord–Switzerland akan dibangun secara bertahap di seluruh Aceh, ditargetkan selesai dibangun semuanya pada 2017. Rumah sehat sederhana itu diperuntukkan bagi warga kurang mampu yang belum memiliki rumah,” kata Murthalamuddin, Pelaksana Tugas Kepala Biro Humas Setda Aceh lewat telpon seluler.

Murthalamuddin menjelaskan, lahan untuk rumah tersebut disediakan oleh pemerintah masing-masing kabupaten dan kota. Rumah itu, kata dia, bergaransi selama 100 tahun dan tahan gempa berkuatan 8 skala richter.  

“Di Gampong Meunasah Mee, Kandang, yang menjadi lokasi penandatanganan MoU Hibah Rumah dari NGO Acord itu, sudah dibangun satu unit rumah sehat sederhana sebagai percontohan,” ujar Murthalamuddin.

Acara penandatanganan MoU tersebut dihadiri Wali Kota Lhokseumawe Suaidi Yahya dan wakilnya Nazaruddin, Bupati Aceh Utara Muhammad Thaib atau Cek Mad, Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Bupati Pidie Jaya Tgk. Aiyub, Ketua Komite Peralihan Aceh (KPA) Pase Tgk. Zulkarnaini Hamzah, dan Ketua KPA Bireuen Darwis Jeunib.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Lhokseumawe, T. Zahedi mengatakan, rumah hibah NGO Acord-Switzerland itu berstandar Eropa. “Saya sudah lihat rumah yang dibangun di Gampong Meunasah Mee, itu rumah untuk standar orang miskin di Eropa,” katanya.[]

Berita terkait:
Kata Mualem tentang Rumah untuk Kaum Miskin 

  • Uncategorized

Leave a Reply