Rumah Kontraktor Dilempar Bom

LHOKSEUMAWE- Rumah milik Zarkasyi,35 tahun, kontraktor di Desa Blang Pulo, Muara Satu, Lhokseumawe dilempar bahan peledak yang diperkirakan bom rakitan, tadi sekitar pukul 04.00, Rabu, 1 Februari 2012. Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu, serpihan bom hanya mengenai pintu garasi rumah.

Marwati,36 tahun, istri Zarkasyi saat ditemui The Atjeh Post, pagi tadi pukul 09.00, menyebutkan, ia bersama suami, tiga anak dan dua keponakannya yang tengah tidur dikejutkan dengan suara ledakan. “Kami tidak berani keluar karena takut. Beberapa saat kemudian suami saya menerima telpon dari tetangga, Abdullah yang menyebutkan ada kepulan asap di depan garasi rumah kami,” katanya.

Dia menduga pelaku yang melempar bahan peledak itu datang dengan sepeda motor. Sebab, kata Marwati, setelah terjadi ledakan ada tetangganya yang mendengar suara sepeda motor yang berlari menjauh. “Kami trauma dengan kejadian ini, merasa tidak nyaman lagi,” kata Maryati. “Polisi sudah datang kemari untuk mengecek lokasi dan mengambil pecahan bom”.

Ditemui usai membuat laporan pengaduan di Sentral Pelayanan Kepolisian Polres Lhokseumawe, tadi sekitar pukul 10.00, Zarkasyi, menyebutkan, sebelum kejadian itu dirinya menerima ancaman dari seseorang berinisial B, warga Nibong Aceh Utara yang meminta uang puluhan juta. “Kebetulan saya ada mengerjakan proyek tanggap darurat pemasangan bronjong sungai di Nibong senilai R6,7 miliar. Jadi dia beberapa kali memeras saya, awalnya diminta Rp25 juta. Karena tidak saya kasih, kemarin (Selasa) dia mengancam akan melempar ‘boh salak’ (kata sandi untuk bahan peledak) ke rumah saya,” katanya.

Setelah terjadi pelemparan bom rakitan di rumahnya, kata Zarkasyi, pelaku kembali meneror dirinya lewat layanan pesan singkat (SMS). Isi SMS tersebut pelaku akan melakukan aksi susulan kalau Zarkasyi tidak memberikan uang yang diminta. “Sekarang permintaan dia jadi Rp100 juta,” kata Direktur Utama PT Arifa Sentosa ini.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply