Ruang Memorial Perdamaian Disiapkan untuk Warisan Anak Cucu Aceh

KEPALA Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Provinsi Aceh, Nasir Zalba, yakin ruang "Memorial Perdamaian Aceh" dapat membantu memberikan informasi tentang perjalanan panjang perdamaian di Aceh. Termasuk sejarah perjuangan rakyat Aceh melawa Belanda sejak tahun 1873.

Semula, kata Nasir, ruangan yang berada setelah kanan pintu masuk kantor Kesbangpol dan Linmas itu, awalnya adalah ruangan untuk pegawai yang menjalankan agenda sosislisasi perdamaian. Dalam perjalanannya ada pemikiran untuk meluaskan ruang tersebut. Namun terhenti lantaran ada gagasan memperluas ruang kantor atau meluaskan ruangan untuk memamerkan bukti-bukti perjalanan panjang perdamaian di Aceh.

"Aceh itu laboratorium  perdamaian. Orang dari mana pun harus memahami proses perdamaian yang terjadi di Aceh. Ruang Memorial Perdamaian ini diperuntukkan untuk anak cucu kita nanti," kata Kepala Nasir Zalba ketika ditemui atjehpost.co di kantornya di Kuta Alam, Banda  Aceh, Rabu 7  Januari 2015.

Selain itu, ikon "perdamaian" dianggap paling tepat, lantaran untuk kebencanaan Aceh sudah memiliki Museum Tsunami. Apalagi dalam 10 butir program Zikir salah satu agendanya adalah merawat perdamaian Aceh.

"Di ruang ini akan disapkan informasi seputar perdamaian, termasuk pendokumentasian peristiwa di masa konflik dulu seperti beberapa peristiwa Simpang KKA, Cot Trieng, Arakundo, dan lain-lain," katanya.

Memorial Perdamaian ini kata Nasir akan diluncurkan pada peringatan 10 tahun perdamaian Aceh. Hingga kini pihaknya terus mengumpulkan berbaga data dan dokumen terkait perdamaian Aceh. Termasuk mempersilakan masyarakat yang menyimpan dokumentasinya untuk menitipkan ke ruang memorial, nama pemiliknya akan dicatat.

Bukan hanya itu, ia juga menjelaskan apabila ruang memorial perdamaian dapat disesuaikan apabila yang berkunjung dari kelompok sekolah dasar misalnya, maka gambar-gambar di dalamnya akan disesuaikan juga.

Di ruang memorial itu juga terdapat beberapa ruang khusus seperti perpustakaan, ruang MoU Helsinki, dan ruang untuk melihat film proses perdamaian terjadi.

Sedangkan sebuah lokasi khusus untuk memajang senjata yang dipotong masih kosong, dan dalam waktu dekat sudah terisi. Ruang Memorial Perdamaian lebih mirip museum dan terbuka untuk umum.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply