RSBI dihapus, Bupati Aceh Tengah: Tetap jaga kualitas pendidikan

BUPATI Aceh Tengah, Nasaruddin, meminta lembaga pendidikan eks Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) agar tetap menjaga kualitas pendidikan seperti sebelumnya.

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) penggunaan sistem RSBI harus dihentikan. Ini karena keberadaan sekolah itu dinilai berbiaya mahal, diskriminatif dan dikhawatirkan mengikis nilai-nilai budaya lokal.

"Keputusan MK harus dihormati. Sambil menunggu pengaturan lebih lanjut dari Kementerian Pendidikan," ucap Nasaruddin, ketika berdialog dengan Kepala SMP Negeri 1 Takengon, Amna, S.Pd, Senin 11 Maret 2013 di ruang kerjanya.

Turut hadir pada kesempatan itu, Kadis Pendidikan, Drs. Nasaruddin, Kakankemenag Aceh Tengah, Drs. H. Hamdan, dan Kabag Humas, Mustafa Kamal.

Guna menyikapinya lebih lanjut, Nasaruddin meminta jajaran Dinas Pendidikan untuk merumuskan format terbaik bagi sekolah eks RSBI di daerah itu.

"RSBI sudah tidak ada, tapi upaya meningkatkan mutu pendidikan harus tetap ada. Jadi kita tidak boleh berhenti untuk mengembangkan sekolah berkualitas," katanya.

Ada 4 sekolah di Kabupaten Aceh Tengah yang terkena dampak dihapusnya RSBI, yaitu SMA Negeri 1 Takengon, SMK Negeri 1 Takengon, SMP Negeri 1 Takengon dan SD Negeri 8 Silihnara.

Sebagai salah satu sekolah yang terkena dampak dihapusnya RSBI, Kepala SMP Negeri 1 Takengon, Amna, mengatakan pihaknya berupaya menjaga stabilitas suasana pendidikan seperti yang selama ini telah dilakukan. “Proses belajar mengajar berlangsung seperti biasa,” katanya.

Secara terpisah, salah seorang pemerhati pendidikan di daerah itu, Illiandy, SE, mengatakan apa yang dikhawatirkan beberapa kalangan terhadap pengaruh negatif RSBI, sebenarnya tidak terlalu berdampak substansial pada proses pendidikan di Kabupaten Aceh Tengah.

Hal ini, seperti adanya pandangan RSBI berbiaya mahal, diskriminatif dan dikhawatirkan mengikis budaya lokal, menurut Illiandy tidak bisa digeneralisir.

"Siswa miskin juga bisa tetap sekolah di RSBI," katanya yang mengetahui tidak adanya kutipan biaya pendidikan bagi siswa yang berasal dari keluarga yang tidak mampu pada sekolah-sekolah RSBI di daerah itu.

"Keputusan telah dibuat, lebih bijak bila kita menunggu dan menjalankan sistem yang diharapkan lebih baik nantinya," kata Illiandy.[] (mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply