RRI dan WALHI gelar Green Radio 2013

LEMBAGA Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP-RRI) bekerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) akan menggelar Green Radio 2013.

Kegiatan ini  didukung oleh Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi, Kodam Iskandar Muda, Pemerintah Kota Banda Aceh, serta pegiat cinta lingkungan.

“Kegiatan Green Radio 2013 akan mengangkat tema Indonesia Hijau,” kata Teuku Muhammad Zulfikar, Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif   Daerah WALHI Aceh, melalui siaran persnya, Minggu 2 Juni 2013.

Menurut dia, dasar pelaksanaan Green Radio ini, diantaranya karena sering terjadinya berbagai bencana alam akibat kerusakan hutan dan lingkungan. Selain itu, juga terjadinya perubahan iklim yang  menimbulkan keprihatinan yang mendalam.

“Pelaksanaan Green Radio Tahun 2013 tingkat nasional ini, akan dipusatkan di sekitar Desa Tibang dan ALue Naga, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh, tepatnya di Depan Kampus STIKES U’budiyah. Kegiatan akan dilaksanakan pada Rabu, 5 Juni 2013 mulai Pukul 08.00 sampai dengan 13.00 Wib,” kata Zulfikar.

Pelaksanaan Green Radio tahun 2013, kata dia, akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, seperti mewarnai bagi anak-anak tingkat taman kanak-kanak, lomba yel-yel dan game cinta lingkungan bagi pelajar, mahasiswa dan pegiat lingkungan, lomba foto lingkungan, pentas seni oleh Rafly Kande dan kawan-kawan, penanaman pohon di bantaran sungai serta penebaran benih ikan di sekitar aliran sungai Krueng Aceh.

Selain berbagai kegiatan tersebut, juga akan dilaksanakan dialog interaktif yang akan disiarkan langsung oleh seluruh stasiun RRI di Indonesia melalui programa 3 pada Pukul 10.00 hingga 11.00 Wib.

Kegiatan itu juga akan disiarkan di beberapa oleh beberapa stasiun radio beberapa negara lain yang merupakan mitra kerja Radio Republik Indonesia.

Kegiatan Dialog Interaktif akan diisi oleh beberapa narasumber, antara lain Dra. Rosarita Niken Widiastuti, M.Si (Direktur Utama LPP-RRI), Abetnego Tarigan (Direktur Eksekutif Nasional WALHI), Menteri Kehutanan RI, Gubernur Aceh dan Tokoh Adat Aceh.

“Kepada seluruh masyarakat di sekitar Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar yang ingin berpartisipasi  pada kegiatan tersebut dapat mengunjungi lokasi tersebut,” ujar Zulfikar lagi.[] (mrd)

  • Uncategorized

Leave a Reply