Rp 34 Triliun Uang Negara Tak Terpakai Tahun Lalu

JAKARTA – Uang negara yang tidak terpakai sepanjang tahun 2012 cukup besar seiring dengan rendahnya belanja negara.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebutkan, realisasi pendapatan negara lebih rendah dari asumsi awal. Hanya mencapai 98,3 persen atau Rp 1.335,7 triliun dari target APBNP Rp 1.358,2 triliun. Realisasi belanja juga hanya 95,7 persen atau Rp 1.481,7 triliun dari target APBNP Rp 1.548,3 triliun.

"Konsekuensinya, realisasi defisit anggaran mencapai Rp 146 triliun atau 1,77 persen lebih rendah dari target Rp 190 triliun atau 2,23 persen dari PDB,"ujarnya saat jumpa pers di kantornya, Jakarta, Senin (7/1).

Sementara realisasi pembiayaan anggaran yang mencapai Rp 180 triliun lebih besar dari realisasi defisit. Dengan demikian, terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sekitar Rp 34 triliun.

"Silpa ini akan digunakan sebagian untuk pembayaran potensi carry over subsidi energi sebesar Rp 23 triliun," jelasnya.

Di sisi lain, pemerintah membanggakan capaian kinerja ekonomi tahun lalu.Pertumbuhan 2012 yang mencapai 6,3 persen dan inflasi di kisaran 4,3 persen, diklaim lebih baik dibanding India dan Brazil.

Mantan Dirut Bank Mandiri ini mengaku cukup bangga dan puas dengan capaian tersebut disaat keadaan ekonomi dunia masih dirundung kabut krisis.

Capaian asumsi makro lainnya adalah suku bunga SPN tiga bulan sebesar 3,2 persen, nilai tukar Rp 9.384 per USD, dan lifting minyak 861.000 barel.

"Harga ICP di atas asumsi yakni USD 112,7. Ini salah satu yang menyebabkan subsidi BBM membengkak," katanya. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply