Rotiku! Bukan Sekadar Makanan Pengganti

BANDA ACEH – Berawal dari ide kreatif lima alumni Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, usaha ini kemudian berdiri. Namanya, Rotiku!.

Bergerak di bidang industri makanan, kelima sarjana itu mendirikan usaha yang bisa dikatakan sesuai dengan disiplin ilmu yang pernah mereka kenyam: Teknologi Hasil Pertanian.

Industri rumah tangga ini memproduksi roti berbagai rasa. Letaknya di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 86 Geuceu Iniem, Banda Aceh. Kelima mahasiswa perintis usaha tersebut ialah Nurhazidah, Nurmala, Syarifah Ida Fatwa, Dedi Saputra, dan Siti Safarah.

Ide awal mereka menciptakan usaha itu, kata Nurhazidah,  karena ada paradigma dari masyarakat yang menganggap roti adalah makanan pengganti selain nasi.

Di gerai usaha Rotiku! memproduksi roti manis isi aneka rasa, roti unyil, dan donat. "Roti manis ini sama dengan roti lainnya,  hanya saja berbeda dari segi variasi isinya. Varian isi yang digunakan berupa selai buah blueberry, durian, nenas, tomat, pisang, coklat, keju, dan sosis," ujar Nurhazidah.

Sedangkan donat dibuat dalam berbagai macam topping dan rasa yang khas sesuai dengan kesukaan konsumen. Roti dan kue itu mereka jual dengan harga terjangkau. Bentuk roti pun dibuat bervariasi dan unik.

Adapun kemasan roti menggunakan plastik PP atau polypropilen dan diberi label gantung menyerupai bingkisan. Ini tujuannya, kata Nurhazidah, untuk menarik perhatian konsumen. Dibandingkan dengan roti dari merek lain yang beredar di Banda Aceh, kata Nur, kemasan roti mereka memang tampil beda.

Sebelum merintis usaha tersebut, para pemilik Rotiku! sempat ikut pelatihan selama sehari bersama PT Bogasari. Mereka juga pernah magang selama sebulan di Pante Pirak Bakery pada 2009.

Walaupun awalnya didirikan oleh lima orang, kini Rotiku! dijalankan oleh dua orang pemegang modal dengan dana yang diperoleh dari Program Mahasiswa Wirausaha. Kedua orang tersebut Nurhazidah dan Nurmala.

Produk-produk Rotiku! dipasarkan di toko atau kedai-kedai milik teman mereka. Dari waktu-waktu, tempat pemasaran ditingkatkan. Nurhazidah dan Nurmala juga menitipkan di beberapa warung kopi, kantin sekolah, kantin kampus, dan minimarket yang ada di kawasan Setui, Neusu, Ajun, Keutapang, Prada, Punge, Lueng Bata, Lamprit, dan Darussalam.

Tak hanya itu, kata Nurhazidah yang juga merangkap General Manajer Rotiku! Mereka juga menerima pesanan-pesanan dari keluarga yang berada di luar Banda Aceh dan Aceh Besar, seperti Sigli, Beureunun, Sabang, Calang, Peureulak, dan Sinabang. "Karena konsumen di daerah tersebut telah mengenal kualitas produk yang kami hasilkan, sehingga ingin terus mengkonsumsinya," ujar Nurhazidah.

Agar usaha kian lancar, Rotiku! dibantu oleh lima karyawan terdiri dari tiga karyawan tetap dan dua karyawan tidak tetap. Saban bulan, gerai usaha ini bisa meraup sekitar Rp10 juta, atau 40 persen keuntungan.

Tantangan ke depan, kata Nurhazidah, mereka sedang menunggu hasil pengurusan izin usaha dan operasi Rotiku!.

  • Uncategorized

Leave a Reply