Roslaini, dikejar-kejar pasien jiwa demi tugas

MENJADI perawat merupakan profesi mulia, di mana seseorang harus memiliki kerelaan untuk mampu merawat pasien dengan hati yang ikhlas. Namun, bagaimana jika yang dirawat adalah pasien dengan gangguann jiwa? Yang bagi sebagian orang terdengar menakutkan.

Pekerjaan itulah yang dilakoni oleh Roslaini selama 13 tahun terakhir ini. Ibu empat anak ini bertugas di Rumah Sakit Jiwa Aceh di Lambhuk Banda Aceh. Baginya, profesi tersebut sangat menyenangkan, meski setiap hari ia harus berhadapan dengan pasien yang kondisi jiwanya tidak stabil.

“Saya  senang dan menikmati profesi saya sebagai perawat, Alhamdulillah sampai sekarang saya masih bisa merawat pasien yang menderita gangguan jiwa,” ujarnya kepada ATJEHPOSTcom pagi tadi, Jumat, 8 Maret 2013.

Namun, di balik kesenangan yang ia sampaikan, bukan berarti tidak ada tantangannya. Saat awak-awal bertugas di sana ia pernah punya pengalaman yang sedikit menegangkan. Misalnya dikejar-kejar oleh pasien jiwa dan membuatnya sedikit ketahukan.

“Dulu pada tahun 2000-an RSJ belum berkembang pesat seperti sekarang, dulu bangunan RSJ dan fasilitas rumah sakit masih sangat terbatas, saya sering kena shift malam waktu itu,” ujarnya tersenyum.

Waktu itu memang menjadi tantangan besar bagi Roslaini, karena ia harus menjaga sampai 40 pasien jiwa. Beberapa di antara mereka ada yang belum bisa mengontrol perilaku. Hingga tak jarang ia dikejar-kejar.

Namun sekarang Roslaini sudah memahami karakter setiap pasien di RSJ. Sehingga ia mampu mengatasi setiap perilaku aneh yang sering dialami pasien.

Walaupun bekerja sebagai perawat, Roslaini tetap mengutamakan urusan rumah tangganya. Ia selalu mengatur waktu untuk bersama keluarga dan mengajarkan anak-anaknya. Jika hari libur dan ada kesempatan mereka juga berlibur bersama anak-anak dan suami.

“Pulang kerja saya jadi ibu rumah tangga, mengajarkan anak-anak, memasak makanan kesukaan mereka, kalau hari Minggu kami sekeluarga sering berlibur bersama,” ujarnya.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply