Riwayat PT Investa Aceh

Surat keputusan setebal tiga halaman itu ditandatangani Irwandi Yusuf persis dua hari menjelang masa jabatannya sebagai Gubernur Aceh berakhir.  Isinya: ihwal pengangkatan pengurus Perseroan Terbatas (PT) Investasi Aceh. Melalui Surat Keputasan Nomor 570/80/2012 itu, Irwandi Yusuf memilih sejumlah nama untuk mengisi posisi direksi dan komisaris.

Mereka masing-masing, Surya Darma (Direktur Utama), Suryadiansyah (Direktur Perencana dan Pengembangan Usaha), Ahmad Ruyaz (Direktur Administrasi dan Keungan), Yusran Mainin (Direktur Operasi dan Pengendalian Resiko), dan Jumadi (Sekretarsi Perusahaan). Adapun untuk posisi komisaris, Irwandi Yusuf menetapkan Said Ikhsan (Kadis Pertambangan Aceh) sebagai Komisaris Utama, Abdul Rahman Lubis (Komisaris), dan Sofyan Daod (Komisaris Independen). Para pengurus tersebut ditetapkan dengan masa jabatan selama empat tahun sejak diangkat pada 6 Februari 2012.

PT Investasi Aceh dibentuk berdasarkan Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2011 yang disahkan pada Desember 2011. Yang menarik, sesuai dengan Pasal 2 Qanun tersebut, perusahaan ini dibentuk sebagai perusahaan induk (holding company) yang kemudian membentuk anak-anak perusahan yang menjalankan usaha. Adapun modal dasar PT Investasi Aceh adalah sebesar Rp 400 miliar yang bersumber dari APBA.

Menurut Kepala Biro Ekonomi Pemerintah Aceh, T. Sofyan, rencana menghidupkan PT Investasi Aceh atau Investa tinggal menunggu pengesahan akte notaris pendirian perusahaan milik daerah itu di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. "Modalnya 100 persen milik pemerintah Aceh," kata T. Sofyan beberapa waktu lalu.

Biro Ekonomi, kata Sofyan, sedang mempersiapkan perencanaan strategis terhadap sektor yang akan dijadikan target investasi. Namun, secara garis besar, ia mengatakan ada sembilan sektor yang menjadi fokus PT Investa, di antaranya perkebunan, pertanian, konstruksi, pertambangan, perdagangan, dan perhotelan.

"PT Investa ini sebagai holding company (perusahaan induk). Nantinya kami akan membentuk perusahaan lain yang bergerak di bidang masing-masing," ujar Sofyan.

PT Investa, kata dia, merupakan pengembangan dari PDPA atau Perusahaan Daerah Pembangunan Aceh. Namun, dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 2007-2008, manajemen mengusulkan untuk meningkatkan peran menjadi lebih besar.

"Saat itu kami membuat kajian bekerja sama dengan UNDP. Hasilnya PDPA ini layak dikembangkan. Akhirnya, kami memberi nama PT Pengembangan Investasi Aceh. Kami membuat draf qanun dan mengusulkan ke DPRA. Saat pembahasaan, DPRA mengubah nama menjadi PT Investasi Aceh," ujar Sofyan.[]

Artikel terkait:
Siapa Penguasa Gas Blok Pase?

  • Uncategorized

Leave a Reply