Risiko ketidakpastian investasi migas masih tinggi

SATUAN Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan investasi di sektor migas masih memiliki risiko tinggi. Investor pun berpikir ulang untuk menanamkan modal di sektor migas. Buktinya, dari 309 kontrak migas, baru 40 yang beroperasi.

"Satu pengeboran yang dilakukan Exxon menghabiskan USD 200 juta itu pun tidak berhasil," kata Wakil Ketua SKK Migas Johanes Wijonarko dalam diskusi bertajuk 'Kriminalisasi Kebijakan Korporasi' di Universitas Paramadina, Jakarta, Rabu (8/5).

Sejak 2003 hingga 2013, sekitar USD 1,6 miliar biaya investasi tidak bisa dikembalikan lantaran mereka gagal melakukan pengeboran. Johanes menyebutkan, cadangan migas Indonesia hanya 0,2 persen dari cadangan dunia. Indonesia sendiri saat ini hanya mampu memproduksi minyak 840.000 barel per hari.

Produktivitas minyak turun jauh bila dibandingkan pada periode 1996-1997. Pada periode tersebut, Indonesia mampu memproduksi minyak 1,5 juta barel per hari.

"Lapangan Minas ditemukan tahun 40-an, sekarang masih berproduksi. 40 persen produksi migas disumbang Chevron, pendapatannya USD 36 miliar, jadi satu hari pendapatan kita Rp 1 triliun, kalau terganggu bagaimana investasi ke depan," kata Johanes menjawab tantangan migas masa depan. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply