Ricuh di pembahasan nasib PDKS, ini tanggapan pimpinan daerah Simeulue

INSIDEN baku hantam antara massa pro dan kontra swastanisasi Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue di gedung DPRK setempat, disesalkan Bupati Riswan NS.

"Sangat kita sesalkan dan sangat kita sayangkan hal itu bisa terjadi," ujar Bupati Riswan NS saat ditemui ATJEHPOSTcom, Jumat 24 Mei 2013.

Hal senada disampaikan Ketua DPRK Simeulue H Aryaudin saat ditemui ATJEHPOSTcom di tempat terpisah. "Seharusnya insiden tadi tidak terjadi. Memang pertemuan tadi terbuka tapi hargailah dan memalukan kita semua," kata Aryaudin.

Pemantik kericuhan di pembahasan nasib kebun kelapa sawit, kata Aryauddin, disebabkan mantan Bupati Simeulue Darmili yang tidak mendengar penjelasan pemerintah setempat usai menyampaikan pendapatnya. Aryaudin menjelaskan sempat berulang kali meminta Darmili tidak pulang namun tidak dihiraukan.

Sebelumnya diberitakan, pembahasan nasib Perusahaan Daerah Kabupaten Simeulue atau PDKS di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah setempat berujung ricuh, Jumat, 24 Mei 2013. Pengunjung saling menghujat dan baku hantam namun berhasil direlai oleh keamanan dan pejabat setempat.

Kekacauan tersebut berawal dari tanggapan mantan Bupati Simeulue Darmili yang diberikan kesempatan oleh pimpinan sidang, Ketua DPRK Simeulue H Aryauddin. Saat menyampaikan pendapatnya, Darmili meminta agar PDKS Simeulue tidak diswastanisasi oleh pemerintah daerah setempat. (Baca : Pembahasan nasib perusahaan daerah Simeulue berujung ricuh). [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply