Ribuan Warga Lampung Bentrok, Tiga Tewas

Tiga orang tewas dalam perang antarwarga kampung di Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, Lampung Selatan. Ribuan orang terlibat dalam bentrokan tersebut. ''Semua korban tewas berasal dari Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan,'' kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Lampung Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih, Ahad, 28 Oktober 2012.

 Korban adalah Marhadan bin Samsinur, 35 tahun, warga dusun Jembatan Besi Desa, Gunung Terang; Jahiya bin Abdullah Lalung, 30 tahun, warga desa Jati Permai; dan Alwi Nazar bin Solihin, 35 tahun, warga dusun Sukaraja, Desa Tajimalela, Kecamatan Kalianda Lampung.

Mendengar tiga orang kerabatnya tewas dibantai, ribuan warga lokal dari berbagai desa menyerbu Desa Balinuraga.

Ratusan aparat bersenjata lengkap, mulai polisi dan TNI, dikerahkan untuk mencegah bentrokan membesar. Selain tiga orang tewas, lima rumah warga dan sebuah toko bahan kebutuhan pokok dibakar. Situasi Desa Balinuraga masih mencekam. Warga masih berjaga-jaga dengan senjata tajam dan senjata api rakitan.

 Saat ini, kepolisian telah memisahkan kedua kelompok massa. “Sedang diupayakan perdamaian di antara kedua kelompok,'' kata Ajun Komisaris Besar Sulistyaningsih.

 Perang antarkampung yang berbeda suku itu dipicu oleh pelecehan terhadap seorang gadis warga Desa Agom oleh pemuda Desa Balinuraga, Sabtu malam, 27 Oktober 2012. Keesokan harinya, warga Desa Agom meminta pertanggungjawaban atas pelecehan itu. Rupanya warga Desa Agom justru diserang oleh warga Desa Balinuraga. (Baca: Hari Sumpah Pemuda, Perang Antar Kampung Pecah)| sumber: tempo.co

  • Uncategorized

Leave a Reply