Ribuan tahanan Palestina hari ini melakukan aksi mogok makan

SEBANYAK tiga ribu tahanan Palestina yang berada di penjara Israel hari ini melakukan aksi mogok makan. Mereka melakukan hal itu sebagai aksi solidaritas atas tewasnya seorang tahanan Palestina bernama Arafat Jaradat, kemarin.

"Sekitar tiga ribu tahanan mengumumkan bahwa mereka tidak akan makan," kata Juru bicara penjara Israel, Sivan Weizman, seperti dilansir situs asiaone.com, Ahad (24/2). Namun, dia menyebut, aksi mogok makan ini hanya sehari.

Arafat Jaradat (30 tahun) merupakan warga dari Desa Sair, dekat Kota Hebron, sebelah selatan Tepi Barat. Pihak penjara Israel menyebut ayah dua anak ini tewas secara tiba-tiba sebab gagal jantung.

Namun, Menteri Palestina yang bertanggung jawab untuk masalah tahanan, Issa Qaraqaa, mengatakan Jaradat terbunuh saat diinterogasi. "Kami menuntut agar dibuat komisi internasional untuk mengadakan penyelidikan mengenai kematian dia."

Aksi unjuk rasa di kampung halaman Jaradat dan di beberapa wilayah lain di Kota Hebron hari ini juga terlibat bentrok dengan tentara Israel.

Saksi menyebut para pengunjuk rasa menyerang tentara Israel dengan lemparan batu. Namun, tentara Negeri Yahudi itu membalas dengan melemparkan gas air mata dan granat. Tidak ada korban maupun luka-luka akibat kejadian itu.

Beberapa media di Israel menyatakan tentara negeri Zionis itu memang sudah berjaga-jaga untuk mengantisipasi jika ada aksi unjuk rasa dan serangan balasan.

Tulisan 'Waspada Kerusuhan' terpampang di halaman utama surat kabar Israel HaYom. "Pengamanan di penjara Israel hari ini diperketat dan ditingkatkan," tulis koran Maariv.| sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply