Ribuan Hektar Tanaman Padi Terendam Banjir

BIREUEN – Seribuan hektar tanaman padi di Kecamatan Simpang Mamplam dan Pandrah, Kabupaten Bireuen turut terendam banjir bandang, Jumat 1 Februari 2013 dinihari tadi.

Camat Simpang Mamplam, Jufliwan mengatakan di Kecamatan Simpang Mamplam, tanaman padi yang rata-rata berumur dua minggu terendam di Desa Pulo Dapong, Blang Tambue, Cot Trieng, Meunasah Bungong, Dayah, Meunasah Mamplam, Ceurucok dan Arongan.

“Kalau sampai air tidak ada dalam dua hari, maka tanaman padi akan layu dan mati, maka petani akan rugi, di beberapa kawasan memang sudah surut airnya, tetapi di Pulo Dapong dan Tambue surutnya sangat lambat,” ujar Jufliwan yang melakukan tinjauan ke sejumlah lokasi banjir didampingi Aipda Zainal, Komandan Rayon Militer Simpang Mamplam.

Air terasa lambat surut sebab saluran yang ada tak mampu menampung air. Terlebih saat siang tadi air laut juga sedang pasang. Sehingga air dari drainase beradu dengan air laut di sejumlah kuala di pesisir Simpang Mamplam.

Sementara di Kecamatan Pandrah, tanaman padi diperkirakan rusak dan mati di Desa Naseme, Pandrah Kandeh, Lhok Dagang dan Pandrah Janeng dan beberapa desa lainnya.

Di beberapa lokasi yang disebutkan di Simpang Mamplam dan Pandrah, areal persawahan layaknya danau. Hingga siang air di beberapa lokasi belum surut dan masih merendam ratusan rumah warga terutama di Kecamatan Simpang Mamplam. [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply