Kunjungi Posko Rohingya Langsa, Remaja Aceh Ini Bicara Bahasa Hindi

Kunjungi Posko Rohingya Langsa, Remaja Aceh Ini Bicara Bahasa Hindi

BANDA ACEH- Muammar Ridwan, remaja asal Alue Bilie, Nagan Raya, yang menguasai 18 bahasa dan fasih dibidang linguistik ini mengunjungi posko pengungsian Rohingya di Kuala Langsa, Rabu kemarin, 1 Juli 2015.

Remaja yang kerap disapa Ridwan itu pergi ke Langsa dalam rangka silaturahmi dengan kawan-kawan Leader, alumni Dream Maker Chapter Langsa.

Selain itu, Ridwan juga menyempatkan diri bersilaturrahmi ke tempat pengungsian Rohingya dan berbagi cerita serta kebahagiaan disana.

“Ridwan ke Langsa mau silaturrahmi dengan kawan-kawan di Langsa sekalian mengunjungi tempat pengungsian Rohingya,” katanya saat dihubungi Portalsatu.com tadi, Selasa 2 Juli 2015.

Disana, ia juga membawakan sedikit buah tangan atau bantuan dari pesantren tempat pengabdiannya, Nurul Falah Meulaboh berupa kain sarung dan beberapa jaket.

Menurut Ridwan, warga Rohingya juga bisa berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, meskipun sedikit terbata-bata. “Disana, ada Ustad Idris, ia bisa bahasa Indonesia sikit-sikit dan ada juga Saidul Islam salah satu yang mengagumi saya, sampai-sampai saya tidak dikasih pulang, tetapi mereka juga bisa bahasa Inggris lho,” kata Ridwan.

Ridwan mengakui, ia sempat kaget muslim Rohingya juga mengenalnya. “Kemungkinan mereka orang elit juga dan membaca berita tentang saya, kemarin  saya juga sempat diajak buka puasa bersama mereka,” ujarnya.

Bagi Ridwan kendala saat di tempat pengungsian, lagi-lagi soal bahasa. Rata-rata disana berkomunikasi dalam bahasa Hindia Urdhu. Sementara yang dipahami Ridwan bahasa Hindia. Misalnya ‘Kya ap angrezi bolthe he? (Kamu bisa berbicara bahasa Inggris?),” kata Ridwan.

My Chaho, Boltahai,” jawab Said Khuzein atau Sadekh salah satu Rohingya saat berkomunikasi dengan Ridwan. Kata Ridwan, meskipun beda bahasanya, tetapi ada kesamaan makna seperti Bolthe dan Boltahai yang artinya berbicara.

“Lucu-lucu disana, rata-rata mereka bahasa Arab tidak bisa, Inggris tidak bisa, Indonesia juga tidak bisa. Jadi kita bingung mau ngomong pakai bahasa apa, hehehe tetapi alhamdulillah kemarin bisa sikit-sikit ngomong bahasa Hindi sama mereka,” kata Ridwan.

Menurutnya, disana mereka kurang ada pembelajaran tentang bahasa, yang mereka pahami hanya bahasa Hindia Urdhu. Tetapi itulah keindahan dan kebahagiaan yang dirasakan Ridwan saat bertemu kawan-kawan saudara muslim Rohingya di Kuala Langsa. [] (mal)

Leave a Reply