Remaja Aceh terjebak asmara online? Ini solusi dari psikolog

KECENDERUNGAN remaja Aceh yang kecanduan facebook, twitter, BBM, whatsapp, wechat, line, dan lain-lain, merupakan satu kewajaran remaja menampakan data diri. Selain untuk memenuhi informasi lainnya. Kemudahan ini sebenarnya lebih berdampak positif, karena menawarkan kemudahan dan kepraktisan.

Hal tersebut disampaikan Master Psikologi Ismi Niara Bina, kepada ATJEHPOSTcom siang ini, Selasa, 19 Maret 2013.

Namun psikolog cantik yang biasa disapa Amee Bina ini mengingatkan, hal itu tidak tertutup kemungkinan akan berdampak negatif, karena kemudahan orang lain mengakses dan kemudian dimanfaatkan.

"Kemudahan akses tersebut bisa jadi akan dimanfaatkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, yang pada prakteknya akan merugikan atau bahkan membahayakan, apalagi pengguna yang kurang memahami kemajuan teknologi," kata Master Psiklologi asal Bener Meriah yang sekarang aktif mengajar di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiah di Banda Aceh.    

Menurutnya sangat tidak adil apabila kebiasaan itu kemudian dilarang atau dikurangi pada remaja, karena remaja adalah sosok yang cenderung menyukai hal-hal baru. Apalagi kemudahan akses remaja dapat menjalin pertemanan dengan sesamanya.

"Ya selain aktualisasi diri, tujuan mereka adalah mencari teman sebanyak-banyaknya, dan mendapatkan informasi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan dunia mereka. Walau sebenarnya tidak semua pengguna teknologi informasi memiliki pemikiran dan tujuan yang sama, ada yang justru memanfaatkan situasi tersebut untuk melakukan tindakan kejahatan," katanya.

Menurut master psikologi lulusan Universitas Sumatera Utara ini, masa remaja merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa. Dalam fase ini, seseorang cenderung mulai mencari jati diri dalam rangka membentuk diri dan melepaskan diri dari bayang-bayang orang tua.

Untuk mengantisipasi agar remaja tidak salah dalam cara mengolah jati dirinya dalam menghadapi tehnologi sekarang ini. Apalagi masa remaja adalah masa yang penuh warna, masa depan kita.

Inilah 10 anjuran yang harus dilakukan orangtua di Aceh dalam menjaga anak remajanya;

1. Jalinlah komunikasi yg baik dengan anak, tunjukkan kepada mereka bahwa selaku orang tua kita sangat menyayangi dan peduli kepada mereka.

2. Pantau kegiatan sehari-hari mereka, jika tidak bisa mendampingi secara langsung, usahakan untuk menanyakan secara rutin kegiatan mereka.

3. Jalin komunikasi yang baik dengan lingkungan pergaulan anak, baik teman-teman maupun gurunya. Hal ini membantu kita dalam memantau perkembangan dan kegiatan anak.

4. Sesekali posisikan diri tidak hanya sebagai orang tua, tapi juga sebagai teman dan sahabat bagi anak, hal ini bertujuan untuk memudahkan komunikasi.

5. Berikan pemahaman kepada anak mengenai teknologi terbaru. Baik kegunaan, penggunaan, manfaat, maupun dampak negatifnya.

6. Luangkan lebih banyak waktu untuk keluarga dan anak. Ciptakan suasana yang nyaman bagi mereka untuk mengungkapkan pikiran serta perasaan mereka.

7. Perbanyak kegiatan keluarga yg melibatkan anak, seperti misalnya memasak bersama, rekreasi keluarga serta hal-hal menyenangkan lainnya.

8. Mengikuti dan memahami perkembangan teknologi. Hal ini untuk memudahkan kita selaku orang tua untuk memantau dan mengawasi anak-anak kita dalam memanfaatkan teknologi tersebut.

9. Pantau dan batasi kegiatan anak yang berkaitan dengan dunia maya. Salah satunya adalah dengan cara mendorong anak untuk memperbanyak kegiatan yang bermanfaat, sesuai dengan minat dan bakat yang mereka miliki. Hal ini bertujuan untuk memberikan mereka sarana mengaktualisasikan diri secara positif dan memberikan kesempatan yang lebih luas untuk menjalin pertemanan yang positif di dunia nyata. Kegiatan serta penyaluran minat dan hobi yang positif akan mengalihkan anak dari ketergantungan berlebihan terhadap kegiatan di dunia maya.

10. Waspadai perubahan sikap dan perilaku anak. Jika mulai melihat adanya perubahan segera komunikasikan dengan anak.[] ihn

  • Uncategorized

Leave a Reply