Reka ulang kasus Diana dimulai dari rumah korban

REKA ulang kasus dugaan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap bocah Diana, 6 tahun, dimulai tadi pukul 10.30 WIB, Kamis 4 April 2013.

Reka ulang dimulai dari rumah korban di Gampong Peulanggahan, Kecamatan Kutaraja, Banda Aceh.

Dalam reka ulang itu, menurut Geuchik Peulanggahan Husaini, korban diajak tersangka Hasbi dan Amiruddin, jalan-jalan ke Taman Sari.

Sebelum pergi, Amiruddin menyuruh korban mandi dan makan dulu. "Korban dibawa ketika ayahnya sedang salat Magrib. Sementara nenek dan ibunya tidak curiga Diana dibawa karena ada Hasbi yang turut pergi menemani diana," ujar Husaini yang melihat reka ulang itu.

Menurut neneknya, kata Husaini, Diana dibawa pelaku tanpa minta izin pada orangtuanya.

"Sekarang reka ulang sedang dilaksanakan di Taman Sari dan Blang Padang," ujar Husaini.

Gelar perkara dipimpin Kepala Satuan Reskrim Polresta Banda Aceh Kompol Erlin Tangjaya. Hadir juga beberapa jaksa dari Kejaksaan Negeri Banda Aceh.

Diana hilang sejak 19 Maret 2013 lalu, ia ditemukan meninggal dengan keadaan mengenaskan pada 27 Maret 2013. Diana adalah korban dugaan pemerkosaan dan pembunuhan yang dilakukan dua orang sekaligus, salah satunya paman tirinya sendiri.

Jasad bocah berusia enam tahun itu dikuburkan di komplek pekuburan warga yang satu pagar dengan komplek masjid bersejarah itu.

Selang beberapa hari Diana ditemukan, ibunya Agusmawar, 27 tahun, yang sebelumnya sakit-sakitan, menurut cerita warga depresi dan kondisinya semakin memburuk. Ia pun meninggal dunia pada Senin, 1 April 2013, sekitar pukul 05:00 WIB.[](rz)

  • Uncategorized

Leave a Reply