Rayakan Ultah Seekor Buaya Digelar Semalam Suntuk

PAREPARE – Perayaan ulang tahun biasanya memang diupayakan untuk berlangsung meriah. Tapi bagaimana jadinya jika perayaan itu dihelat untuk seekor buaya? Ya, perayaan ulang tahun yang unik itu digelar di Parepare sejak Rabu, 22 Agustus 2012 malam, hingga Kamis, 23 Agustus 2012 dinihari. 

Adalah "Becce" seekor buaya peliharaan Aminah (45) bersama suaminya, Nasram (46), warga Jalan Liu Buloe, Kelurahan Lompoe, Bacukiki Barat, Parepare, Sulawesi Selatan yang merayakan ulang tahun ke lima semalam suntuk.

Alunan musik acara Mappadendang yang digelar di halaman rumah panggung Aminah, menambah semarak pesta ultah buaya betina itu. Acara berlangsung mulai pukul 20.00 hingga dini hari, Kamis.

Layaknya pesta ulang tahun yang dijalani orang kebanyakan, pesta ultah buaya ini pun dihadiri ratusan warga sekitar, dan bahkan tokoh masyarakat setempat. Tak ketinggalan penabuh Mappadendang berjumlah 10 orang, dengan 8 orang wanita berpakaian kebaya dan 2 orang pria di ujung lesung, beraksi mengeluarkan irama yang teratur. Di sisi lain, dua orang pesilat pria memperlihatkan kemampuannya dengan bertarung menggunakan alu mengikuti irama alu.

Di atas rumah panggung Aminah yang hanya berukurang 15×7 meter, para tamu berjejalan hendak melihat ritual Mappangolo (persembahan) terhadap Buaya Becce. Nasi ketan empat warna, dan sejumlah buah-buahan disimpan atas ranjang yang dihiasai seprei berwarna merah. "Di hari ulang tahun Becce (Puang Nene), sengaja kita peringati sebagai agenda rutin, dan juga selama lima tahun kebersamaan kita, Becce tidak pernah mengamuk sekalipun. Dia adalah jelamaan dari buyut kami yang beberapa tahun ini tinggal di air," ujar Aminah, sambil membelai mulut Becce.

Buaya kesayangan Aminah itupun terlihat mengenakan perhiasan berupa rantai yang terbuat dari emas, kalung emas, yang dikenakan di kaki bagian depan sebelah kanan. "Semua perhiasan Puang Nene dikenakan, itu atas permintaan dia sendiri melalui mimpi," kata Aminah.

  • Uncategorized

Leave a Reply