Ratusan Guru Swasta Unjuk Rasa ke Gedung Dewan

BANDA ACEH – Ratusan guru swasta dan honorer di Banda Aceh dan Aceh Besar yang tergabung dalam Ikatan Guru Swasta Aceh (IGSA) hari ini mendatangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) untuk menuntut dicabutnya Peraturan Pemerintah Nomor 5 tahun 2010 yang dikeluarkan Pemerintah melalui Menteri Pemberdayaan dan Aparatur Negara (Menpan).

Ratusan guru dari berbagai sekolah tersebut mulai dari tingkat TK, SD, SMP dan SMA swasta terus berdatangan ke gedung dewan. Mereka tiba sejak pukul 08.00 WIB pagi tadi,  Senin 14 Mei 2012.

Tidak hanya dari Banda Aceh dan Aceh Besar, guru swasta yang ikut dalam aksi tersebut juga berasal dari kabupaten dan kota lainnya namun hanya diwakilkan oleh koordinator daerah saja.

Amatan The Atjeh Post, ratusan guru yang didominasi oleh perempuan tersebut membawa spanduk dan poster bertuliskan isi tuntutan-tuntutan yang ingin disampaikan ke Anggota Dewan.

Nurul, pengajar di TK Al Azhar, Lamgugop, Banda Aceh, mengaku bahwa ia sudah tujuh tahun mengajar. Selama ini ia hanya mendapatkan gaji dari yayasan saja sementara dari Dinas Pendidikan tidak pernah mendapat apapun.

“Sementara SK yang dikeluarkan oleh yayasan tidak diakui oleh Dinas Pendidikan, karena kami hanya memiliki SK (Surat Keputusan) yayasan. Jika ada apa-apa di Dinas tidak diterima, setidaknya Dinas bisa mengakui SK Yayasan,” kata Nurul, kepada The Atjeh Post, Senin, 14 Mai 2012.

Mereka yang melakukan unjuk rasa, kata Nurul, semuanya berstatus guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun. “Bahkan ada yang sudah jadi nenek-nenek,” katanya.

Fatimah, guru di TK Cut Nyak Awan Lambaro Kafe, Aceh Besar, menyatakan keheranannya karena sekolah yang berdiri sejak 2000, tidak ada seorang pun gurunya yang masuk dalam buku putih.

Sementara, kata Fatimah, sekolah yang berdiri pada 2006 gurunya sudah memiliki buku putih dan memiliki SK Dinas.

“Kami dari swasta tidak diperhatikan sama sekali oleh pemerintah. Semestinya yang duluan berdiri yang dilihat oleh pemerintah, atau guru yang sudah lama mengabdi itu yang didahulukan,” katanya.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply