Raihan Iskandar: Rancangan Kurikulum Pendidikan 2013 Perlu Dikritisi

JAKARTA – Anggota Komisi X DPR RI Raihan Iskandar mengatakan rancangan kurikulum pendidikan 2013 yang dua hari lagi akan diuji publik oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, masih banyak yang perlu dikritisi bersama. Salah satunya, kata Raihan, aspek pedagogik atau metode pengajaran.

“Perubahan kurikulum utamanya hanya pada aspek materi ajar. Sedangkan metode pengajaran tidak berubah signifikan. Padahal aspek pedagogik yang menyangkut guru ini sangat penting, karena guru pilar penentu keberhasilan kurikulum," ujar Raihan di Jakarta, Selasa 27 November 2012.

Dengan kurikulum baru, kata Raihan, bukan guru yang aktif dalam kegiatan belajar-mengajar, tapi siswalah yang dituntut untuk aktif. "Tapi bentuknya masih seperti sebelumnya, yaitu tatap muka di kelas. Padahal metode itu kurang efektif dalam menanamkan karakter kepada peserta didik," ujar Raihan.

Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera ini mengatakan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyadari jumlah jam belajar di Finlandia lebih singkat dari di Indonesia.

Namun di Finlandia, kata Raihan, peserta didik dibagi ke dalam kelompok mentoring. "Pendidik di negara tersebut minimal lulusan S2. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor keberhasilan pendidikan di sana," ujar politisi asal Aceh.

Metode mentoring, kata dia, sangat efektif dari metode tatap muka di kelas. Metode tersebut menurutnya membuat hubungan antara guru dan siswa menjadi lebih dekat.

"Siswa akan menjadi lebih nyaman dan asyik dalam belajar. Sehingga tingkat penyerapan ilmu, nilai, dan karakter siswa bisa lebih maksimal. Dengan metode mentoring seperti itulah, kita tahu bahwa pendidikan Finlandia terbaik di dunia. Nah, apakah pemerintah sudah mempersiapkan metode mentoring ini?"

  • Uncategorized

Leave a Reply