Rahasia Tubuh Sehat Ideal dengan Olahraga

BANGUNAN di Jalan Nyak Adam Kamil III, Kecamatan Baiturrahman, itu terlihat sepi dari luar. Bagian depan bangunan, tepatnya di seberang jalan utama, langsung berhadapan dengan Taman Putroe Phang. Di sisi kiri berbatasan dengan kompleks Gunongan. Di bagian depan bangunan ada plang besar bertuliskan “Banda Gym”.

Namun, begitu melangkahkan kaki masuk ke dalam suasananya langsung berubah. Di dalam ruangan berbagai jenis alat olahraga tertata dengan rapi, mulai dari sepeda statis, treadmil, barbel, dumbel, hingga double statis.

Di ruangan luas berlantai karpet serta dinding yang berlapis kaca itu belasan orang sedang beraktivitas fisik sesuai dengan arahan instruktur masing-masing. Di tempat itulah Sarah, 24 tahun, mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Islam di Banda Aceh mengolah tubuhnya hampir setiap hari.

Dengan tinggi badan 168 sentimeter dan bobot 99 kilogram, Sarah merasa berat badannya sangat tidak ideal. Untuk menurunkan berat badan secara instan dengan mengonsumsi obat pelangsing, ia tidak berani karena takut berisiko dan hasilnya tidak optimal. Karena itu, ia memilih fitness.

Ia berhasil menurunkan berat badan 15 kilogram. Namun, karena kesibukan kuliah, ia sempat berhenti fitness. “Sekarang mulai lagi, sudah tiga bulan terakhir, alhamdulillah sudah turun tiga kilogram,” ujarnya kepada The Atjeh Times.

Selama rutin berolahraga, Sarah bukan hanya berhasil mendapatkan tubuh ideal. Ia merasakan tubuh lebih segar bugar, jadi lebih fit. Selain itu, ia juga tidak perlu mengeluarkan biaya mahal untuk membeli obat pelangsing. Cukup membayar iuran beberapa ratus ribu rupiah saja ia bisa menggunakan semua alat olahraga di Banda Gym.

“Saya biasanya sering latihan kardio dengan sepeda statis dan treadmill. Kalau untuk latihan beban, biasanya skuat dan latihan otot,” ujarnya.

Umumnya orang baru berolahraga jika merasa ada sesuatu yang tidak “beres” dengan tubuh mereka, seperti kelebihan atau kekurangan berat badan atau jika sudah terkena penyakit tertentu seperti kolesterol, diabetes, dan jantung.

Padahal, olahraga aktivitas yang perlu dilakukan setiap hari. “Karena tubuh membutuhkan pembukaan sendi-sendi dan segala otot. Idealnya olahraga dilakukan setiap hari. Jika tidak bisa, minimal seminggu dua kali sudah cukup,” ujar Agung, instruktur di Banda Gym.

Olahraga bisa disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Jika hanya ingin meningkatkan stabilitas otot di bagian kaki, betis, dan paha, Agung menganjurkan cukup joging setiap hari. Namun, jika ingin membentuk otot di bagian dada, bahu, punggung, dan lengan perlu fitness minimal tiga kali sepekan. Perbedaan lari dan fitness, kata Agung, pada pembentukan otot yang dihasilkan setelah beraktivitas secara rutin.

Sebelum berolahraga, saran Agung, ada baiknya diketahui jenis-jenis olahraga yang akan dilakukan. “Dengan begitu, berolahraga menjadi lebih bersemangat karena mempunyai ekspektasi dari aktivitas yang dilakukan.” Misalnya, jika ingin berolahraga sambil menggunakan alat beban dan dilakukan dengan cara pembebanan pada tubuh, pilihannya adalah fitness.

Adapun aerobik adalah olahraga yang bisa membuat tubuh semakin lincah dan bugar. Jika ingin mengencangkan badan, pinggul, dada, dan bagian khusus kewanitaan, pilihan yang cocok adalah body language (BL).

“Kalau ingin membentuk otot, waktu yang dibutuhkan minimal hanya tiga bulan jika latihannya dilakukan secara rutin,” tutur Agung. “Kita juga harus tahu kalau pilih joging atau lari yang diperbaiki tubuh bagian perut, kaki dan betis, sedangkan kalau kita pakai alat yang diperbaiki bagian dada, bahu, punggung dan lengan.”

Berolahraga menurut Agung harus dibarengi pola makan dan istirahat yang baik. Ia menyarankan makanan yang perlu dikonsumsi sebaiknya tinggi kadar protein, seperti putih telur dan daging ayam bagian dada. Adapun untuk asupan karbohidrat, nasi putih lebih baik diganti beras merah karena kaya vitamin B dan serat.

Yang terpenting, kata Agung, harus mau mengurangi makanan yang banyak mengandung minyak, gula, dan garam. “Jika aturan ini dilakukan kita bisa terbebas dari kolesterol dan diabetes,” ujarnya.

Apa yang dikatakan Agung diamini Dokter Yunina Endang. Pemilik Klinik Bersalin Ayu ini mengatakan olahraga merupakan penunjang menyempurnakan kesehatan.

Penyakit yang bisa diatasi dengan rutin berolahraga pun sangat beragam seperti kerapuhan tulang atau osteoforosis, jantung koroner, dan paru-paru. “Sedangkan untuk penyakit-penyakit seperti diabetes dan penyakit dalam lainnya dapat dicegah asalkan mau menerapkan pola hidup sehat,” ujarnya.

Olahraga teratur menurut Dokter Yunina Endang bisa meningkatkan metabolisme tubuh dan membakar kalori. Ia mencontohkan orang yang berlari dengan jarak satu kilometer dalam waktu 10 menit dengan kecepatan 5 kilometer per jam bisa membakar 600 hingga 950 kalori.

“Kalori yang dibakar tergantung dari aktivitas gerak. Jika aktivitasnya memakan waktu dan kecepatan yang lama, kalori terbakar dalam tubuh juga akan meningkat.”[]

 

  • Uncategorized

Leave a Reply