Qul Sharif; Masjid Terindah dan Terbesar di Eropa

Qul Sharif; Masjid Terindah dan Terbesar di Eropa

MOSKOW dan Saintpetersburg adalah dua dari belasan kota besar di Rusia yang namanya mungkin sudah sangat familiar di telinga kita. Kota besar lainnya yang juga tak kalah menariknya adalah Kota Kazan, kota ini dikenal sebagai ‘gerbang Islam’ di Rusia.

Salah satu bangunan paling monumental di Kota Kazan yang menjadi identitas dari sekitar 50 persen muslim di kota itu adalah keberadaan Masjid Qul Sharif. Masjid ini disebut-sebut paling besar dan masjid terindah di Eropa. Paduan warna putih dan biru laut yang mendominasi dinding masjid membuatnya jadi sangat menyolok.

Dari segi arsitektur, masjid ini memang sangat indah. Menara-menaranya menjulang tinggi. Di dalam masjid, langit-langitnya berhiaskan kaligrafi ayat-ayat Alquran berwarna emas, mihrab yang dihiasi kiswah Ka’bah, mimbar yang menjulang dan lantai yang berlapis karpet lembut.

Ruangan masjid terdiri dari tiga tingkat yang di setiap bagian pinggirnya bertabur kaligrafi nama-nama Allah, Muhammad dan para sahabat. Di bagian tengah, ada lampu kristal besar yang menggantung indah.

kul sharif

Masjid Qul Sharif ini menjadi salah satu primadona wisatawan yang datang ke Kota Kazan. Tak hanya dikunjungi muslim saja, mereka yang non muslim juga kerap datang ke masjid ini. Mirip seperti turis yang datang ke Masjid Raya Baiturahman Banda Aceh, non muslim yang datang ke masjid ini juga harus berpakaian rapi, menutup aurat dan memakai kerudung yang disediakan di masjid.

Secara geografil letak masjid ini sangat strategis, berada di puncak bukit yang dikelilingi danau dan sungat. Sedangkan Kota Kazan, yang dikenal sebagai kota budaya dan industri berada di lembahnya. Dengan posisi ini, Qul Sharif bisa dilihat dari segala penjuru.

kul sarif

Khususnya pada malam hari, wisatawan akan disuguhkan pemandangan masjid yang sangat indah. Taburan cahaya yang melimpah dan berwarna-warni menjadikan masjid bak istana dalam negeri dongeng. Bentuknya yang unik merupakan gaya tradisional Bulgaria Volga, berpadu gaya Renaissance awal dan seni bina Utsmaniyyah juga digunakan. Ada yang mengatakan masjid ini berkiblat ke Masjid Biru Turki

Nama masjid ini diambil dari nama seorang imam masjid yang tak lain adalah seorang pejuang Kazan pada abad ke-16. Qul Sharif meninggal dunia bersama yang lainnya saat mempertahankan Kazan dari Rusia pada 1552. Saat itu masjid ini juga ikut dihancurkan. Tahun 1996 setelah keruntuhan  Uni Soviet masjid ini kembali dibangun dengan gaya lebih modern dan diresmikan pada 2005.

Negara-negara seperti Arab Saudi ikut memberikan donasi untuk pembangunan masjid. Selain sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat kegiatan keagamaan, kebudayaan dan pendidikan.[] Dari berbagai sumber

Leave a Reply