Putroe Aceh Operasi Katarak Gratis 126 Warga di Subulussalam

LSM Putroe Aceh sukses menggelar bakti sosial operasi katarak terhadap 126 warga di RSUD Subulussalam, Sabtu, 29 Maret 2014. Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan harapan baru bagi warga di sana.

“Tentu, kegiatan ini dimaksudkan untuk meringankan beban masyarakat Aceh yang mengalami gangguan katarak,” kata Dewan Pembina Putroe Aceh, Hj. Niazah A Hamid.

Ummi Niazah menjelaskan, bakti sosial yang berlangsung selama 2 hari itu melibatkan sejumlah dokter ahli mata. Dokter specialis inilah yang melakukan tindakan medis terhadap 126 pasien, yang berasal dari 2 Kabupaten/Kota yaitu Kabupaten Singkil dan Kota Subulussalam.

Sebelumnya, LSM Putroe Aceh juga memprakarsai operasi katarak untuk 400 penderita yang tersebar di 23 kecamatan dalam Kabupaten Pidie, juga telah menggelar kegiatan yang sama di beberapa Kabupaten lainnya di Serambi Mekkah.

Tidak hanya itu, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, Putroe Aceh juga telah banyak menorehkan pengabdiannya. Diantaranya, melakukan sunatan massal gratis terhadap ratusan anak-anak Aceh, membantu baju sekolah anak-anak SD yang tidak mampu dan memberi pelatihan (training) Menjahit Sistem Konveksi se-Aceh, sebagai satu upaya untuk memberdayakan perempuan Aceh untuk meningkatkan ekonomi. Sistem konveksi yang cetuskan LSM Putroe Aceh berbeda dengan sistem menjahit biasa. Sistem ini dapat memproduksi pakaian dalam jumlah besar dan proses penjahitannya berkelompok-kelompok.

Selain pengabdiannya di sektor peningkatan ekonomi, pendidikan dan sosial politik, Lembaga yang sudah punya perwakilan di setiap kota/kabupaten hingga ketingkat Gampong se-Aceh ini juga berkiprah Sosial Budaya, Pendidikan, Peternakan dan Perikanan.

Saat membuka kegiatan bakti social operasi katarak di RSUD Subulussalam, Sabtu lalu, Gubernur Aceh Zaini Abdullah berharap dengan kegiatan yang dicetuskan LSM Putroe Aceh tersebut, gangguan penyakit katarak yang dialami masyarakat Aceh dapat diminimalisir, sehingga para penderita katarak kembali dapat menjalankan kegiatannya sehari-hari dengan baik.

“Pemerintah Aceh memang telah menyediakan fasilitas biaya pengobatan gratis untuk 4, 8 juta rakyat Aceh, namun ada baiknya kesadaran menjaga kesehatan terus ditingkatkan, termasuk dalam menjaga kesehatan mata,” ujar Gubernur.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Zaini juga kembali mengingatkan  masyarakat agar menjaga perdamaian di Aceh demi terwujudnya Aceh damai, tentram dan sejahtera dan tidak terprovokasi oleh isu-isu dihembus oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Didampingi rombongan, Gubernur Zaini Abdullah juga meninjau langsung pasien yang sedang di operasi di ruangan medis RSUD Kota Subulussalam.

Selain Walikota beserta unsur forum koordinasi pimpinan daerah Kota Subulussalam dan pejabat SKPK. Kegiatan ini juga dihadiri Ketua IDI Aceh dr. Fahcrul Jamal, jajaran Pengurus Putroe Aceh, Ibu Ketua DPRA, Kadis Kesehatan Aceh dr. Taqwallah, Pengurus Persatuan Dokter Mata Indonesia- Aceh dan para Pejabat SKPA terkait. Turut hadir juga Ketua Putroe Aceh dan pengurus Tim Penggerak PKK Kota Subulussalam. []

  • Uncategorized

Leave a Reply