Pusat Mitigasi Bencana Unsyiah Bina 3 Sekolah Berbasis Siaga Bencana

BANDA ACEH – Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Unsyiah bersama Bank Indonesia melakukan peningkatan kesiap-siagaan warga sekolah di kawasan rawan bencana Kota Banda Aceh melalui Program Sekolah Siaga Bencana.

Program difokuskan di Kecamatan Kutaraja pada tiga Sekolah Dasar yakni SDN 70, SDN 17, dan SDN 6 Kota Banda Aceh. Kawasan tersebut rentan terhadap bencana dan memiliki pengalaman bencana gempa bumi serta tsunami pada tahun 2004 silam. Program dilakukan selama November 2012- Januari 2013

Mukhlis Hamid, Ketua Divisi Advokasi, Pendidikan & Pelatihan TDMRC Unsyiah mengatakan,  banyaknya sekolah  yang berada di kawasan rentan terhadap bencana belum mendapatkan perhatian akan pengetahuan pendidikan pengurangan risiko bencana. Khususnya di Kota Banda Aceh. Hal ini seharusnya menjadi titik tolak pemangku kepentingan untuk memulai dari hal sederhana dalam meningkatkan kapasitas kesiap-siagaan di dunia pendidikan.

Melalui  Program Sosial Bank Indonesia atau CSR (Corporate Social Responsibility) ini sangat membantu replikasi kesiapsiagaan bencana sekolah. Saat semakin sedikitnya lembaga donor yang ikut serta dalam implementasi program tersebut akhir-akhir ini.  Dengan demikian, pada masa yang akan datang akan ada beberapa sekolah yang secara khusus dinisiasi dan dibina sebagai Sekolah Siaga Bencana di Aceh dengan berbagai aktivitas yang menunjang kesiap-siagaan.

Joni Marsius, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Regional Aceh menambahkan,  Sekolah Dasar menjadi pilihan dalam peningkatan kapasitas kesiapsiagaan bencana.  Diharap pendidikan ini bisa masuk dalam alam bawah sadar anak-anak, berkaca pada kearifan lokal Simeulue, disampaikan secara turun temurun.

Selain itu, ini juga menjadi  trend dan terobosan baru bagi perbankan. Biasanya perbankan melalui dana sosial lebih banyak mengarah ke bidang perniagaan.

“Mudah-mudahan langkah kita ini bisa diikuti dengan perbankan lain,”ujar Joni Marsius.

Faisal Ilyas, Koordinator Pelaksana Program menambahkan,  kegiatan akan dipusatkan pada penguatan kapasitas manajemen sekolah, guru, dan murid. Rangkaian kegiatan berupa,  pelatihan fasilitator sekolah siaga bencana, analisis risiko bencana, penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP),  penanggulangan bencana, desain media pembelajaran, dan latihan penyelamatan diri melalui simulasi.[] (ihn)

  • Uncategorized

Leave a Reply