Puluhan tenaga medis Aceh Utara adukan sikap Kadis Kesehatan Aceh ke dewan

PULUHAN tenaga medis puskesmas di Aceh Utara mendatangi Dewan perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK), Kamis, 4 Juli 2013. Mereka mengadukan pernyataan Kepala Dinas Kesehatan Aceh Taqwallah yang dinilai melukai hati tenaga medis.

Kedatangan mereka disambut Wakil Ketua dan Sekretaris Komisi E (Bidang Kesehatan) DPRK, M. Nasir Asnawi dan Mohd. Nasir Taher. Para tenaga medis tersebut menjelaskan, saat Taqwallah kunjungan kerja ke Aceh Utara, 27 Juni lalu, kepala Dinas Kesehatan Aceh itu mengeluarkan pernyataan, “Di puskesmas yang ada hanya dokter dan pasien, sedangkan tenaga kesehatan lainnya adalah penumpang gelap”.

Mereka menyebutkan, pernyataan Taqwallah tidak hanya diucapkan di Aceh Utara. Mahzan, salah satu tenaga medis Puskesmas Cot Girek, Aceh Utara, mengatakan, pernyataan hampir sama dilontarkan saat kadis Kesehatan Aceh berkunjung ke Bireuen dan Langsa.

Di Langsa, kata dia, paramedis disebut tidak punya otak oleh kadis Kesehatan Aceh hanya karena tertawa saat rapat. Selain itu, kata dia, Taqwallah juga menghina perawat. “Kajak… uluwa keudeh. Hana peurle perawat hinoe, yang peurle dokter sagai (keluar, tidak perlu perawat disini, yang diperlukan dokter saja,” kata dia mengutip pernyataan Taqwallah sebagaimana informasi yang ia terima dari tenaga medis di Langsa dan Bireuen.

Tenaga medis Puskesmas Lhoksukon, Samsul mengatakan akibat  pernyataan kadis Kesehatan Aceh tersebut semangat mereka untuk melayani masyarakat menurun. “Semangat kami melayani masyarakat sudah pada nilai nol. Pernyataan itu adalah penghinaan bagi kami yang berprofesi sebagai paramedis bukan dokter,” katanya.

Itu sebabnya, mereka meminta dewan Aceh Utara melakukan sesuatu terkait pernyataan kadis Kesehatan Aceh yang dinilai sebagai bentuk penghinaan tersebut. Mereka berharap Taqwallah menarik kembali pernyataannya dan meminta maaf kepada tenaga medis yang bertugas memberikan pelayanan kesehatan.

Para tenaga medis ini juga meminta Gubernur Aceh meninjau kembali penempatan Taqwallah sebagai kadis Kesehatan Aceh. “Tolong tempatkan orang yang benar-benar mampu dan bijak. Mohon top leader (pemimpin teratas) kami adalah orang yang bisa membimbing dan mengayomi kami dalam melayani masyarakat,” kata Samsul.

Berikut pernyataan sikap tenaga medis dari sejumlah puskesmas di Aceh Utara tersebut:

1. Kadis Kesehatan Aceh, dr. Taqwallah, MKes telah melecehkan/menghina profesi tenaga kesehatan selain dokter.

2. Memprotes dan mengecam keras pernyataan tersebut.

3. Kami mengharapkan kepada dr. Taqwallah, MKes, untuk segera menarik kembali pernyataannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada paramedis yang ada di Aceh Utara melalui media massa.

4. Permintaan maaf dari dr. Taqwallah akan menciptakan kembali keharmonisan kerja antarprofesi kesehatan dan Insya Allah kami siap bekerja memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat.[](iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply