Puluhan orang peringati tragedi bom kuningan

HARI ini tepat peringatan 9 tahun tragedi bom kuningan pada 9 September 2004 silam. Puluhan orang, di antaranya keluarga korban bom kuningan, bersama dengan Aliansi Indonesia Damai (AIDA), hari ini menggelar acara peringatan tragedi berdarah di Kedutaan Besar Australia itu.

Acara ini dikemas dalam bentuk silaturahmi antara para korban dengan wartawan. Kurang lebih 20 korban dari tragedi bom Kuningan hadir dan menyampaikan refleksi dalam kegiatan ini. Acara bertajuk "Tantangan dan Harapan Komunitas Korban", itu juga mengundang beberapa tokoh, di antaranya Yudi Latif (pengamat politik dan juga tokoh nasional dari Universitas Paramadina) serta Al Chaidar (pengamat terorisme).

Yudi Latif mengatakan, para korban harus segera bangkit dan menjadi bagian dari upaya menciptakan Indonesia yang lebih damai. Dia juga menyorot pemerintah agar lebih peduli dan memerhatikan para korban, sekaligus menjadikannya sebagai bagian dalam upaya pemberantasan terorisme.

"Pemerintah harus bersikap tegas terhadap persoalan terorisme dengan menindak para pelakunya. Kompleksitas persoalan terorisme tidak boleh dijadikan sebagai alasan untuk membiarkan orang tertentu secara bebas membawa bom dan melukai orang-orang yang tidak bersalah," terangnya.

Sementara itu, menurut Al-Chaidar, kelompok teroris telah melakukan penyimpangan terhadap sejumlah doktrin yang ada dalam Islam. Karena Islam bersikap tegas dan anti terhadap segala jenis aksi kekerasan.

Dia juga mengatakan, para korban terorisme mempunyai potensi yang sangat besar untuk turut berperan dalam upaya pemberantasan terorisme. Karena dengan melihat para korban, hampir dipastikan kelompok teroris akan mempertimbangkan ulang pelbagai macam rencana aksi kekerasan yang ada.

Oleh sebab itu, kata dia, pemerintah harus merancang formula kebijakan yang mengikut-sertakan korban dalam upaya pemberantasan terorisme. "Pemerintah harus terus mengembangkan pelbagai macam pendekatan untuk menaklukkan para teroris, termasuk dengan merangkul mereka (keluarga korban). Hingga mereka tidak terus mengalami proses radikalisasi," terangnya. | sumber : merdeka

  • Uncategorized

Leave a Reply