Puluhan Nelayan Myanmar di Lhokseumawe Ikut Panjat Pinang

PULUHAN nelayan Myanmar dan Thailand yang dikarantina di bekas Kantor Imigrasi, Peunteut, Lhokseumawe, akan memeriahkan HUT RI ke-69, Ahad, 17 Agustus 2014. Mereka telah menyiapkan pohon pinang dan sejumlah permainan lainnya.

Pantauan ATJEHPOST.co, Sabtu siang tadi, beberapa warga Myanmar tengah merapikan sebatang pohon pinang di halaman gedung yang menjadi lokasi karantina. Warga Myanmar dan Thailand lainnya berada dalam gedung.

Di tempat ini, ada dua anggota polisi yang menjaga para nelayan tersebut. Ada pula petugas bidang konsumsi. “Warga Myanmar dan Thailand yang masih berada di lokasi karantina ini 49 orang. Warga Thailand hanya enam orang,” kata seorang petugas.

Lima nelayan Thailand lainnya berada di Rumah Tahanan Lhoksukon, Aceh Utara. Mereka ditahan sebagai terdakwa kasus pencurian ikan. Sedangkan dua warga Myanmar lainnya sudah melarikan diri dari lokasi karantina.

Sebagaimana diketahui, marinir dari Pangkalan Angkatan Laut (Lanal) Lhokseumawe menangkap lima kapal trawl asal Thailand dan 56 anak buah kapal (ABK) berkebangsaan Thailand dan Myanmar yang mencuri ikan di perairan Aceh pada 10 April lalu.

Menurut pihak Imigrasi Lhokseumawe sampai saat ini belum jelas kapan 49 warga Myanmar dan Thailand yang masih dikarantina di tempat itu akan dideportasi ke Negara asalnya. “Padahal pihak kedutaan sudah berkunjung ke tempat ini,” kata satu sumber di lokasi itu, siang tadi.

Sumber itu menyebutkan, salah seorang warga Myanmar bernama Jasa yang dikarantina di lokasi tersebut telah memeluk agama Islam sejak menjelang bulan puasa lalu. “Setelah masuk Islam, namanya menjadi M. Amin. Sebelumnya sudah ada seorang warga Myanmar yang memeluk Islam, yaitu Sumin-u alias Abdullah,” katanya.

Selain panjat pinang, nelayan Myanmar dan Thailand itu akan memeriahkan HUT RI dengan permainan pukul bantal di atas lumpur. Mereka telah menyiapkan pohon pinang yang di bawahnya terdapat air berlumpur untuk permainan tersebut. Siang tadi, dua warga Myanmar turut berlatih permainan pukul bantal.

“Ada juga permainan mengambil koin dengan mulut. Koin dimasukkan dalam buah-buahan lalu diambil dengan mulut. Tempatnya sudah disediakan untuk permainan besok seusai siang,” kata seorang petugas.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply