Puisi Ulis Zuska

Di sudut senja


Kita berada diruang kecil tanpa aroma
Ruang yang akan kita jadikan menara
Kita diam,sepi dalam alam sendiri

Tanpa genggaman tangan kita berjalan
Walau tekad telah kita ucap bersama
Telusuri jalan tapi kita masih diam

Nada mengalun
Hati kita entah kealur mana
Nada menyayat mengangkat fikir kita
Kita berjalan bersama disudut senja
Tanpa bicara

Kulepas inisiatif dijalur yang kuperkirakan berbinar
Namun sudut tersulut sayu yang letih
Tak mau aku hilang dalam pasrah,tiba tibacerah
Hatiku membuncah
Kata katamu menambah ilmuku
Melebarkan  imajinasiku

Di sudut senja kita tutup perjalanan itu dengan ilmu
Peraduanku kupastikan takmembisu
Karena katamu
Hanya karya yang akan kau kenang
Seberapapun pahit kata dibentang

Sudut senja sukmajaya, 8 maret 2013

Menukar takaran hidup
 

Entah siapa pembawa berita
Entah siapa yang menjadi prajuritnya
Tiba tiba semua merasa maju
Merasa terbelakang bila tak ada di baris itu

Aku terpaku dalam kebingungan yang diam
Namun tak kubiarkan anugerah ini beku
Aku hangatkan dengan sebait tanya
Kau ingin menjadi siapa?

Jangan kau kernyitkan alismu karena pertanyaanku
Bukankah kau ada dibarisan yang riuh dengan standar mutu
Memeras fikir dalam khawatir
Dunia diukur dengan matematika
Akhirat terjulur entah kemana jalannya

Terlupa bahwa semua tercipta secara bermakna
Ia mencipta bukan untuk sia sia
Karna dungumu menguasai kepala
Kau lupa harus menguburnya dalam dalam

Duta gema, 1 maret 2013

Arjuliska Zuska atau biasa disapa Ulis Zuska lahir di Takengon. Dia adalah ibu rumah tangga yang suka menulis puisi. Beberapa karya puisinya telah dimuat di beberapa media massa, dan juga beberapa buku antologi puisi. Penyair perempuan ini merupakan lulusan sarjana Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh.

 

  • Uncategorized

Leave a Reply