Puisi T. Asril: Asa Sang Pejuang

Asa Sang Pejuang

Aku menyaksikan sendiri raut orang-orang sedang kalut
mereka asing digemerlapnya roda zaman
celoteh pria renta dekat tiang bendera membuatku terpana
kudekati kerumunan pagi itu.

Ternyata para lelaki renta itu sedang menyusun agenda
agenda tradisi menyambut hari merdeka
tak ada harapan besar sang veteran
tidak ada tuntutan seperti heroik tempoe doeloe

Gaung besar terdengar dari salah satu kerumunan
perih kami bukan untuk saat ini
derita ini bukan untuk dirasakan hari ini
cukup kami wahai insani generasi

Sudahi saja penderitaan yang kami alami
berikan secuil asa mahardika buat persada ini
sebentar lagi kami akan mati wahai anak generasi nusa
tunjukkan sekejap mawar merdeka buat kami

Syukur sang pencipta
aku masih bisa menyaksikan fajar kenangan agustus
aku ingin melihat sang-saka di era digjaya
syukur ya Ilahi.

PENULIS: Menulis puisi sudah dia mulai sejak duduk di bangku SMA, namun Teuku Asril tak pernah mempublisnya di media massa, Katanya, menulis puisi hanya Hobbi. Laki-laki kelahiran Sigli, 27 Desember 1979 ini, sekarang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil di lingkungan kantor Gubernur Aceh, dia juga menjabat Fungsionaris Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) Provinsi Aceh. Lulusan Fisipol Iskandar Muda ini sedang mengambil Magister managemen di Universitas Syiah Kuala.

  • Uncategorized

Leave a Reply