PT Gudang Garam Tbk lirik cengkeh Simeulue

CENGKEH kering di Simeulue bakal ditampung investor dari salah satu perusahaan rokok, PT Gudang Garam Tbk. Perusahaan ini telah meninjau dan membicarakan harga cengkeh kering dengan Pemerintah Kabupaten Simeulue.

"Setelah disurvei, buah cengkeh kita diminati dan akan ditampung perusahaan rokok dari PT Gudang Garam Tbk," ujar Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Simeulue Ibnu Abbas saat ditemui ATJEHPOSTcom, Sabtu, 20 April 2013.

Kata dia, berdasarkan kesepakatan cengkeh kering akan ditampung tanpa batasan. Sementara mengenai harga, kata dia, paling rendah Rp61 ribu per kilogram. Harga tersebut tidak akan berubah kendati harga di pasaran lebih rendah.

"Meskipun nantinya harga di pasar turun dari Rp61 ribu, pihak PT Gudang Garam tetap membeli buah cengkeh kering Rp61 ribu. Bila harganya naik di pasar, PT Gudang Garam mengikuti harga seperti di pasar," katanya.

Kesepakatan tersebut, kata dia, dalam waktu dekat akan ditandatangani antara Pemkab Simeulue dengan PT Gudang Garam Tbk.

"Agrementnya sudah siap hanya menunggu penandatanganan antara Pemkab dan PT Gudang Garam," kata Ibnu Abbas.

Sebelumnya diberitakan, Simeulue mampu memanen 740 ton untuk satu kali panen raya. Produksi itu berasal dari 14.238 hektare yang tersebar di seluruh kecamatan di daerah kepulauan tersebut.

"Kalau sedang musim panen raya cengkeh, di Simeulue secara serentak dapat menghasilkan 740 ton buah cengkeh yang telah dikeringkan," ujarnya.

Berdasarkan data tahun 2012 yang diterima ATJEHPOSTcom dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Simeulue, lahan itu terbagi di beberapa wilayah. Seperti di Kecamatan Simeulue Tengah yang memiliki 3.097 hektare, di Simeulue Timur mencapai 1.804 hektare, di Simeulue Barat terdapat 748 hektare, di Teupah Selatan memiliki 2.507 hektare, di Salang mencapai 787 hektare dan di Teupah Barat yang memiliki 3.211 hektare.

Selain itu di Kecamatan Teluk Dalam juga terdapat lahan cengkeh seluas 1.498 hektare dan di Kecamatan Alafan seluas 588 hektare. Sedangkan dua kecamatan yang baru, yaitu Kecamatan Simeulue Cut dan Teupah Tengah, data areal kebun cengkeh masih bergabung dengan data kecamatan induk.

Dari 740 ton buah cengkeh kering tersebut, kata Ibnu, hanya terjadi satu kali musim panen raya. Ini disebabkan oleh sistem berbuah pohon cengkeh relatif lama dan tidak setiap tahun.

Pohon cengkeh di Kabupaten Simeulue, kata dia, memiliki karakteristik kategori berbuah lebat atau panen raya, yaitu dengan rentang waktu selama dua atau tiga tahun. (Baca : Memanen potensi alam Aceh).[](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply