Proyek irigasi terlantar, seratusan warga hadang Bupati Aceh Utara

SERATUSAN warga dan mahasiswa di Kecamatan Pirak Timu, Aceh Utara, menghadang rombongan Bupati Muhammad Thaib atau Cek Mad, di kawasan Desa Pucok Alue, Sabtu, 26 Oktober 2013 sekitar pukul 15.30 WIB tadi.

“Warga ingin menyampaikan keluhan soal sering terjadi banjir akibat terbengkalainya proyek irigasi di daerah ini. Karena itu, kami bersama masyarakat mendesak bupati segera menuntaskan pembangunan irigasi tersebut,” kata T. Faisal Razi, mahasiswa Pirak Timu kepada ATJEHPOSTcom lewat telpon seluler.

Faisal Razi menyebutkan, kedatangan Bupati Cek Mad ke Pirak Timu membawa bantuan yang akan diserahkan kepada korban banjir di kecamatan itu. Kemudian bupati berziarah ke makam Teuku Ben Daud, ayah pahlawan nasional Cut Meutia, di Alue Lhok, Pirak Timu.

“Saat rombongan bupati pulang ziarah makam ayah Cut Meutia, kami bersama masyarakat menghadang bupati di kawasan Pucok Alue,” ujar Faisal Razi.

Menyikpai tuntutan masyarakat, kata Faisal Razi, Bupati Cek Mad berdalih proyek irigasi belum mampu dituntaskan lantaran ada permasalahan terkait pembebasan lahan.

“Bupati bilang ada aturan baru, sehingga harus turun pihak BPN (Badan Pertanahan Nasional) dari provinsi. Bupati mengaku belum tahu mengapa pihak BPN belum turun,” katanya Faisal Razi.

Apapun dalih Pemkab Aceh Utara, Faisal melanjutkan, masyarakat dan mahasiswa tetap menuntut proyek irigasi tersebut segera dituntaskan. Sebab dampak terlantarnya proyek irigasi, kata dia, saat musim hujan air sungai meluap dan berakibat gagal panen padi petani.

Geuchik Pucok Alue, Abubakar membenarkan pihaknya bersama masyarakat dan mahasiswa menghadang bupati agar Pemkab Aceh Utara menyelesaikan pembangunan irigasi di kawasan itu.[] (iip)

  • Uncategorized

Leave a Reply