Promosikan hakim yang minta duit ke Ayin, MA harus jelaskan ke publik

Langkah Mahkamah Agung (MA) mempromosikan hakim Chaidir menjadi Wakil Ketua Pengadilan Tinggi (PT) Tanjungkarang, Lampung, disayangkan. Komisi Yudisial (KY) mendesak MA menjelaskan alasan promosi hakim yang pernah minta duit ke Artalyta Suryani.

"KY mempertanyakan mengapa ini terjadi, meski masalah promosi ini jelas wewenang MA, tetapi KY berharap mutasi dan promosi itu berdasar hal-hal objektif," kata juru bicara KY Asep Rahmat Fajar kepada wartawan di kantornya, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Kamis (26/9/2013).

Meski demikian, KY tidak buru-buru menilai apakah promosi Chaidir itu diwarnai kejanggalan atau tidak. Sebelum jadi Wakil Ketua PT Tanjungkarang, Chaidir menempati posisi yang sama di PT Aceh.

"Yang jelas, hakim yang mendapat promosi Waka PT punya track record dan pernah punya sanksi. Wajar publik dan KY pun bertanya-tanya, apa saja yang melatari promosi itu," terangnya.

Chaidir dicopot dari jabatannya sebagai Ketua PN Jakbar karena telah melanggar pasal 3 ayat 1 huruf a PP No 30/1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri jo pasal 5 ayat 18 Keputusan Ketua MA No 215/KMA/SK/XII/2007 tentang petunjuk pelaksanaan perilaku hakim.

"Karena itu, kan tidak bagus untuk sistem karier-karier kalau tidak ada dasar promosinya. Oleh karena itu ada bagusnya MA menjelaskan ke publik apa saja kriterianya untuk menjadi pimpinan PT," ujar Asep menyudahi perbincangan.

Sementara itu, hingga siang ini belum ada pernyataan resmi MA mengenai alasan promosi Chaidir tersebut. Kepala Biro Hukum dan Humas MA Ridwan Mansyur saat dihubungi mengaku tengah sibuk mengisi kuliah.[] sumber: detik.com

  • Uncategorized

Leave a Reply