Nonik, Psikolog Anak dari Unmuha

ENDANG Setianingsih, M.Pd., psikolog anak sekaligus dosen tetap di Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah (Unmuha) Aceh.  Perempuan akrab disapa Nonik ini pendiri Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi) di Aceh.

Perempuan kelahiran Bireuen, Oktober 1969, ini aktif di P2TP2A provinsi di bawah BP3A Aceh.

Nonik tertarik menjadi psikolog setelah bertemu seorang psikolog di Medan. Nonik yang ketika itu masih siswi SMA lantas bertanya; “Apa hebatnya menjadi psikolog dibandingkan profesi lain?”

“Lalu beliau menuntun saya keluar praktek dan mengatakan kepada saya sambil menunjukkan pamphlet (papan nama). Kalau kamu mau kaya, kuliah disitu banyak uang dan kamu bisa kaya, tetapi kalau psikolog kamu tidak bisa kaya tetapi kamu kaya hati,” ujar Nonik mengutip pernyataan psikolog asal Medan tersebut.

Nonik melihat kehidupan psikolog itu sangat sederhana, bersikap ramah, dan disenangi banyak orang.

“Hidup sederhana dan suka menolong beliau menjadi motivasi buat saya. Lalu setamat SMA saya bilang ke orangtua untuk melanjutkan studi saya ke Solo atau Yogyakarta untuk mengambil psikologi,” ujar perempuan yang hobi membaca ini.

Nonik mengaku hingga saat ini masih teringat pernyataan mengandung motivasi dari psikolog Medan tersebut dan selalu menyemangati kerjanya hingga sekarang.

“Walau terkadang saya berada di bawah ancaman saat berhadapan dengan kasus-kasus, karena saya membela korban yang kebetulan mereka orang-orang lemah, ekonomi rendah dan buta hukum,” katanya.

Kondisi tersebut tak membuat semangat Nonik patah. Sebaliknya menjadi penyemangat baginya meskipun lelah dan tidak dihargai, bahkan ia harus menyetir sendiri untuk menangani beberapa kasus.

“Niat saya untuk membantu, jadi saya pergi dengan setulus hati dan selalu mencoba memberi senyuman pada keluarga korban, baik di kepolisian maupun di pengadilan tetap saya tunjukkan sikap kuat agar korban yang saya dampingi atau kadang menjadi saksi ahli menjadi yakin dan tidak takut,” ujar ibu dua anak ini.

Nonik merasa bahagia karena bisa membantu yang lemah. Saat ia mengajar mahasiswa di kampus menjadi mudah memadukan antara teori dengan fakta. “Sehingga mahasiswa lebih paham, ini satu keuntungan bagi saya sendiri yang memiliki profesi menjadi dosen di Psikologi Unmuha,” katanya.[] (idg)

Foto: Endang Setianingsih (Nonik)