Home Headline Cerita Rikar Saat Ikuti Kapal Pemuda Nusantara Sail Tomini

Cerita Rikar Saat Ikuti Kapal Pemuda Nusantara Sail Tomini

162
0

BANDA ACEH- Rikar Maulana Putra merupakan salah satu anak muda asal Aceh yang mengikuti Kapal Pemuda Nusantara (KPN).

KPN merupakan salah satu program dari Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk seluruh pemuda Indonesia yang ingin berkiprah di dunia bahari. Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia dengan segala potensi bahari yg ada, sangat disayangkan jika para pemuda tidak sadar akan potensi tersebut.

Dua pertiga wilayah Indonesia adalah laut dan Kemenpora membuat program KPN dengan tujuan hasil dari program tersbut seluruh peserta nantinya mampu menjadi pengelola bahari disetiap daerah.

“Apapun itu, baik dalam bentuk kewirausahaan, budidaya hasil laut, konservasi, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan bahari,” kata Rikar Maulana Putra,  saat dihubungi portalsatu.com, Kamis, 1 Oktober 2015.

Kata Rikar, awal mulanya tertarik dengan KPN karena sadar kalau tanah airnya luas, potensi bahari sangat luar biasa namun banyak pemuda yang tidak sadar akan potensi bahari tersebut. “Nah saya penasaran bagaimana sebenarnya Indonesia itu, bagaimana sebenarnya bahari yang ada di pulau sebelah timur dan tengah Indonesia itu, bahari itu apa sih sebenarnya,” ujar mahasiswa Ilmu Politik FISIP Unsyiah ini.

Menurutnya, selama ini hanya bisa melihat negara belahan timur dan tengah ini melalui peta namun melalui KPN hal-hal yang sebelumnya tidak mungkin dilihat bisa didapatkan di KPN. “Selain jalan-jalan gratis ke beberapa destinasi yang sudah di tentukan kita juga banyak mendapat ilmu dan mempelajari budaya dari setiap peserta KPN yang ada di Indonesia dari Sumut sampai Papua Barat,” ujarnya

Sementara Sail Tomini merupakan kegiatan Sail Indonesia yang tiap tahunnya rutin dilakukan dengan tujuan agar daerah-daerah yang menjadi tujuan sail dapat berkembang baik secara pembangunan fisik serta baharinya.

“Intinya mempromosikan bahari Indonesia dimata dunia. Sail-sail Indonesia itu setiap tahunnya berbeda-beda mulai dari Sail Bunaken 2009, Sail  Banda 2010, Sail Belitong dan Wakatobi 2011, Sail Morotai 2012, Sail Komodo 2013, Sail Raja Ampat 2014 dan yang terakhir Sail Tomini 2015,” kata pencinta traveling ini.

Namun, katanya, KPN lebih spesifik dipegang oleh Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda di bawah naungan Kemenpora sedangkan Sail Tomini di bawah Kemenko Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (PMK).

“Nah, Sail Tomini ini program besar dari Sail Indonesia tadi. Sub programnya adalah Kapal Pemuda Nusantara yang tahun ini rute pelayarannya ke Kota Baru Kalimantan Selatan, terus lanjut ke Pulau Siau, Pulau Tahuna, dan Pulau Melonguane di Sulawesi Utara, terus ke Ternate Maluku Utara. Kemudian ke lokasi acara Sail di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah di teluk Tomini, lalu rute terakhir ke Pulau Muna di Sulawesi Tenggara,” kata Rikar.

Program KPN tersebut selama satu bulan penuh yang dimulai sejak 26 Agustus hingga 26 September 2015 lalu. “Kemarin acara puncak Sail Tomini pada 19 September 2015 di Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah dan selama sebulan tersebut kami mampir di rute-rute yang telah ditentukan itu,” katanya.

Peserta KPN ini, kata Rikar, direkrut dari lembaga yang berbeda-beda. Setiap Dispora Provinsi  diutus lima orang peserta. Peserta meliputi dari BKKBN, Teknik Perkapalan UI, dari Kemenko PMK, Palang Merah Indonesia (PMI), dan dari Kemenpora.

“Ada juga dari lokasi-lokasi singgah seperti Kota Baru ada perwakilan dua orang, seperti Pulau Siau, Tahuna, Melonguane, Parigi Moutong, dan Pulau Muna,” ujar mahasiswa asal Aceh Barat Daya ini.

Sementara dari Dispora Aceh terdiri dari dua laki-laki dan tiga perempuan, salah satunya Rikar Maulana Putra. Adapun keempat peserta lainnya adalah Hanif Muchdatul Ayunda asal Aceh Selatan, Thesa Andhita asal Aceh Barat, Ikhwanul Fitri, dan Ashra Winda Berliyani, keduanya asal Banda Aceh. [] (mal)