Prof Syahrizal Abbas: Dewan Hakim harus fair dan objektif

DEWAN Hakim Musabaqah Tilawatil Quran atau MTQ merupakan amanah publik yang tidak hanya dipertanggungjawakan di dunia tetapi juga di akhirat. Karena itu seluruh  dewan hakim yang terlibat dalam MTQ Aceh XXXI Tahun 2013 di Kota Subulussalam agar bekerja dengan nurani, bersikap fair, jujur, objektif serta transparan.

Penegasan tersebut disampaikan Prof Dr Syahrizal Abbas, MA, selaku Kepala Dinas Syariat Islam Aceh saat memberikan pengarahan pada acara Orientasi Dewan Hakim MTQ Aceh XXXI Tahun 2013 di Hotel Khairulsyah, Kota Subulussalam, Sabtu 22 Juni 2013.

Di hadapan 84 orang hakim MTQ tingkat provinsi itu, Syahrizal meminta agar dalam proses mengambil keputusan MTQ tidak ada tindakan kolutif. “Mari kita kedepankan sikap objektivitas dalam perhakiman agar MTQ kita ini terlaksana secara berkualitas,” kata Syahrizal.

Kualitas sebuah MTQ, kata dia, sangat penting karena akan membawa dampak perubahan dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, lanjut Syahrizal, pelaksanaan MTQ Aceh XXXI ini bukan sekedar menyelesaikan sebuah even.

"Tetapi bagaimana melalui MTQ  kita dapat meningkatkan etos di tengah-tengah masyarakat agar semakin mencintai Alquran dengan gemar membacanya, menghayati dan mengamalkan isi kandungan Alquran," katanya.

Syahrizal juga mengajak seluruh dewan hakim untuk mewujudkan kualitas MTQ Aceh tersebut. “Dewan hakim merupakan salah satu aspek utama yang akan mentukan sukses tidaknya MTQ ini,” kata Syahrizal.

MTQ Aceh dilaksanakan di Kota Subulussalam dan akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 30 Juni 2013. Kegiatan tersebut akan dibuka pada 23 Juni 2013 malam oleh Wakil Gubernur Aceh, Muzakkir Manaf.

Sementara penutupan kegiatan akan dilakukan Gubernur Aceh Zaini Abdullah pada tanggal 30 Juni 2013.
Saat ini suasana Kota Subulussalam H-1 sudah mulai semarak dengan umbul-umbul, bendera dan baliho. Seluruh kafilah dari 23 kabupaten dan kota juga telah tiba di Negeri Sada Kata tersebut. [](bna)

  • Uncategorized

Leave a Reply