Pria Aceh Utara Kritis Dibacok Tetangga

SEORANG pemuda berusia 24 tahun, Zulkarnaini, membacok Zakaria, 43 tahun, warga Desa Keutapang, Kecamatan Syamtalira Aron, Aceh Utara, Jumat, 27 Juni 2014. Hingga saat ini, korban yang sehari-harinya berdagang tersebut sedang dirawat di salah satu rumah sakit di Medan, Sumatera Utara.

Informasi yang dikumpulkan wartawan menyebutkan, tersangka pelaku Zulkarnaini datang dan langsung membacok korban dari arah belakang sebanyak dua kali tanpa basa-basi. Saat kejadian korban sedang menyapu di depan kiosnya.

Korban sempat terjatuh ke dalam parit pasca dibacok sebelum meminta tolong kepada keluarganya. Sementara pelaku langsung pulang ke rumahnya.

Pihak keluarga langsung membawa korban ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia (RSUCM) Lhokseumawe. Karena luka terlalu serius akhirnya korban dirujuk ke Medan.

Salah seorang keluarga pelaku mengatakan sejak setahun terakhir Zulkarnaini seperti mengalami depresi. Ia jadi pendiam dan jarang keluar rumah. Bahkan untuk makan saja harus dibujuk.

“Kami sebagai keluarga sangat terkejut dengan kejadian ini. Karena meski sikapnya berubah, ia tidak pernah mengusik orang lain,” ujar wanita yang mengaku kakak Zulkarnaini.

Sementara itu, Zulkarnaini yang ditemui di Polsek Syamtalira Aron berbicara ngawur saat ditanyakan perihal kejadian tersebut. Pria bertubuh ceking dan berambut kriting itu mengatakan dirinya membacok korban karena sering diejek.

Namun saat ditanyakan kembali dia menyebutkan dirinya disetrum listrik. Bahkan ia juga mengatakan saluran air di depan rumahnya tersumbat.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Gatot Sujono melalui Kapolsek Syamtalira Aron, AKP Suardi K mengatakan pelaku saat ini telah diamankan di Polres Aceh Utara.

“Belum bisa kita pastikan apakah pelaku memang terganggu jiwanya atau tidak. Sejauh ini memang belum bisa diambil keterangan, karena bicaranya ngawur. Untuk mengetahui kejiwaan pelaku harus ada keterangan medis. Siang tadi pelaku sudah kita amankan ke Polres Aceh Utara,” kata AKP Suardi K.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply