Polres Lhokseumawe: 6 Pick-up Angkut 9 Ton Minyak Tanah Tanpa Izin

LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe AKBP Kukuh Santoso menyebutkan enam mobil pick-up yang terjaring razia di kawasan Syamtalira Bayu Aceh Utara dinihari tadi dan kini diamankan di Markas Polres setempat, mengangkut sekitar sembilan ton minyak tanah tanpa izin resmi.

“Hasil pemeriksaan sementara terhadap para sopirnya, diketahui rata-rata mengangkut 1,5 ton minyak tanah per mobil. Mereka ditangkap karena tidak memiliki izin pengangkutan dan izin niaga dari dinas terkait,” kata Kapolres Kukuh Santoso melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal AKP Supriadi MH kepada ATJEHPOST.com, Minggu, 21 Oktober 2012, siang.

Menurut Supriadi, enam mobil pick-up itu mengangkut minyak tanah dari Brandan Sumatera Utara tujuan ke Ketapang Banda Aceh. Untuk menjalani pemeriksaan, kata dia, diamankan enam sopir, enam kernet dan seorang penumpang yang semuanya warga Langkat Sumatera Utara.

Mereka ialah Ibrahim (sopir)–Dedi (kernet), Syahriban Sinaga-Abdurrahman, Juli Hardi-Dedek, Juli Iskandar-Peno, Syahrizal-Ismail, Syahrul Azman-Copen. Sedangkan seorang penumpang atas nama, M Samsul Bahri dari mobil disopiri Juli Iskandar.

“Karena tidak punya dokumen atau izin pengangkutan, para sopir dan kernet bisa dijerat dengan pasal 53 Undang-Undang Nomor 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi,” kata Supriadi.[]

  • Uncategorized

Leave a Reply