Home Headline Wali Nanggroe Diminta Turun Tangan Terkait Bendera Aceh

Wali Nanggroe Diminta Turun Tangan Terkait Bendera Aceh

128
0

BANDA ACEH – Koordinator Forum Pengawasan Parlemen Aceh (Forsapa Aceh), Abrar Muhammad Yus, mengatakan bendera Aceh merupakan salah satu tujuan politik strategis bagi Partai Aceh yang hingga kini terus diperjuangkan.  Namun menurutnya tujuan strategis ini masih jauh dari harapan.

“Yang sangat menonjol adalah politisasi terhadap bendera Aceh,” kata Abrar Muhammad Yus kepada portalsatu.com, Kamis, 4 Juni 2015.

Menurutnya permasalahan bendera ini kian membingungkan Pemerintah Aceh baik legislatif maupun eksekutif, sehingga Wali Nanggroe diminta turun tangan.

“Bagaimanapun Wali Nanggroe adalah sebagai sosok pemersatu Aceh,” ujarnya.

Abrar menduga lobi politik yang dilakukan oleh Wali Nanggroe akan terasa beda jika dibandingkan dengan yang dilakukan oleh parlemen Aceh maupun Pemerintah Aceh.

“Kami juga berharap kepada partai-partai nasional yang ada di parlemen Aceh untuk ikut serta dalam menyelesaikan bendera Aceh itu,” katanya.

Ia mengatakan sekarang ini terkesan seolah-olah bendera itu bukan prioritas bagi partai nasional yang cenderung membiarkan penyelesaian hal ini berlarut-larut. Abrar mengingatkan bahwa bendera Aceh adalah bagian dari turunan UUPA yang harus diimplementasikan.

“Kerjasama politik di parlemen Aceh dalam konteks penyelesaian bendera Aceh haruslah menjadi falsafah politik bagi setiap anggota parlemen,” ujarnya.

Menurutnya parlemen adalah intisari dari kedaulatan rakyat yang diberikan melalui instrumen partai politik.

“Harapannya adalah partai politik yang ada di parlemen juga harus ikut berpartisipasi secara penuh terhadap pemenuhan aspirasi politik rakyat,” katanya.

Abrar berharap dalam memperjuangkan bendera Aceh, anggota parlemen tidak membedakan warna dan ideologi partai apalagi membuat sekat antara parlok dan parnas. Namun yang terpenting adalah bagaimana keinginan politik rakyat Aceh benar-benar dapat terwujud.

“Untuk itu, kami berharap kepada Wali Nanggroe agar tidak membiarkan kegaduhan politik ini terus berlarut-larut, apalagi ini menyangkut martabat Aceh yang diyakini terwakili oleh bendera Aceh tersebut,” ujar Abrar.[](bna)