Home Politik Wakil Ketua Golkar Aceh Besar: Pecat Yusuf Ishak Cs

Wakil Ketua Golkar Aceh Besar: Pecat Yusuf Ishak Cs

86
0

JANTHO – Wakil Ketua Partai Golkar Aceh Besar, Rafliannur Ibrahim ST, meminta DPP hasil Munas Bali untuk memecat Yusuf Ishak, Muntasir Hamid, Faisal Oesman selaku Plt ketua, sekretaris, dan bendahara Partai Golkar Aceh kubu ARB.

“Karena sudah membuat kegaduhan politik yang bisa mengakibatkan hilang nya kepercayaan masyarakat terhadap partai Golkar Aceh. Kader di daerah sudah jenuh dengan tingkah dan kezaliman yang mereka buat untuk Bang Leman. Harusnya kita berterima kasih untuk Bang Leman yang telah membangun Golkar menjadi Partai pemenang setelah PA, bukan justru meninggakan beliau,” kata Rafli, dalam siaran pers yang dikirim ke redaksi portalsatu.com, Rabu malam 30 September 2015.

“Mau tidak mau ketika ngomong Golkar Aceh ya Sulaiman Abda dan Sulaiman Abda adalah Golkar,” katanya lagi.

Kata dia, kebijakan kubu ARB yang dipelopori oleh Muntasir Hamid Cs untuk mengusulkan PAW terhadap Sulaiman Abda adalah hal yang sangat memalukan.

“Sulaiman Abda adalah kader Golkar tulen yang meraih suara terbanyak di dapil nya yaitu Aceh Besar, Banda Aceh dan Sabang dan juga berhasil membawa Partai Golkar Aceh menjadi pemenang kedua ditengah populernya partai lokal di Aceh,” ujarnya.

“Kenapa Muntasir Hamid dangkal sekali mengambil kebijakan soal PAW, karena seperti kita ketahui bersama Sulaiman Abda yang meraih suara 17 ribu sudah menjadi kebanggaan masyarakat 3 daerah yang diwakilinya. Bahkan Sulaiman Abda sering membantu daerah yang bukan Dapilnya, sehingga membuat masyarakat memberikan kepercayaan yang besar kepada Partai Golkar Aceh pada Pemilu 2014 yang lalu,” kata politisi ini.

Justru seharusnya, kata dia, Partai Golkar Aceh memberikan penghargaan kepada Sulaiman Abda atas dedikasinya terhadap kemajuan partai, bukan surat PAW yang belum tentu benar keabsahannya dikarenakan Munas Bali belum ada SK dari Kemenkumham.

“Jangan-jangan surat PAW itu terbit karna alasan iri hati sebut wakil ketua partai Golkar Aceh besar kubu ARB,” katanya.

Rafliannur juga mengatakan apabila surat PAW tersebut diproses, bagaimana nasib konstituen Sulaiman Abda yang sudah mengamanahkan suaranya pada pemilu 2014 lalu. Dimana, amanah yang diberikan rakyat lebih berharga dari pada perbedaan pendapat dalam internal partai. “Kepada Muntasir diharapkan oleh mantan aktivis ini untuk dewasa dalam berpolitik,” katanya.

Rafli, juga menyebutkan bahwa keputusan PAW terhadap Sulaiman Abda, merupakan keputusan yang akan membawa dampak negatif yang besar kepada partai Golkar Aceh, baik di internal maupun external partai. [] (mal)