Home Politik Soal Bendera dan Lambang Aceh, IPPAT: Banyak yang Menjadikan Sebagai Tolak Ukur...

Soal Bendera dan Lambang Aceh, IPPAT: Banyak yang Menjadikan Sebagai Tolak Ukur Elektabilitas Pribadi

75
0
Ilustrasi warga mengibarkan Bendera Aceh. Foto tribunnews.com

BANDA ACEH – Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Aceh Timur (IPPAT) Banda Aceh, Sayyid Almahdaly, mengkhawatirkan realisasi Qanun Nomor 3 tahun 2013 tentang bendera dan lambang Aceh.

“Sebenarnya kita bisa menyaksikan bahwa animo masyarakat Aceh di saat Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengesahkan qanun tersebut, bahkan dari kalangan masyarakat terkecil pun ikut dalam perayaan kebahagian akan lahirnya regulasi tersebut. Ini bukti bahwa bendera merupakan lambang rakyat dan mereka seakan menganggapnya sebagai sebuah kesejahteraan tertentu. Ini tidak bisa diintepretasikan dengan nilai apapun,” ujarnya kepada portalsatu.com di sela-sela Mubes IPPAT di Banda Aceh, Minggu, 10 Mei 2015.

Ia mengatakan realisasi qanun tersebut akan berjalan di tempat jika Mendagri terus menganggap ini merupakan keinginan kalangan tertentu.

“Jika ini terus diartikan seperti itu, lantas apa arti dari animo masyarakat saat dewan mengesahkan qanun tersebut,” katanya.

Selaku pemuda Aceh Timur, Sayyid Almahdaly meminta kepada seluruh elemen di Aceh untuk tidak mempolitisir qanun tersebut. Namun, kata dia, mari menatap qanun ini sebagai milik bersama.

Menurutnya perbedaan jangan sampai menyia-nyiakan kekhususan Aceh. Bahkan ia menganjurkan adanya pernyataan sikap bersama kepada pemerintah pusat bahwa bendera Aceh adalah milik rakyat bukan kelompok.

“Kita berasumsi, banyak yang menjadikan hal ini sebagai tolak ukur elektabilitas pribadi. Ini sangat miris,” katanya.[](bna)

Laporan: Reza Muhammad