Home Politik RKIH Minta Gubernur Introspeksi Diri

RKIH Minta Gubernur Introspeksi Diri

49
0

Ketua Rumah Koalisi Indonesia Hebat (RKIH) Aceh, Iswadi, turut menyoroti pernyataan Gubernur Zaini Abdullah yang menyatakan kembali mencalonkan diri pada pilkada mendatang. Iswadi meminta Gubernur untuk melakukan introspeksi dan berkaca atas pencapaiannya.

“Mustahil beliau menang kalaupun maju lagi. Tapi kalau beliau ngotot dan memaksakan kehendak, rakyat Aceh akan menghukumnya melalui pengadilan politik dengan cara tidak memilih lagi,” kata Iswadi kepada portalsatu.com, kemarin, Kamis, 23 Juli 2015. “Dan mungkin begitulah cara Allah mengembalikan uang rakyat Aceh yang sudah beliau kumpulkan selama ini untuk pengeluaran biaya kampanyenya nanti.”

Iswadi turut mempertanyakan apa saja sumbangsihnya bagi rakyat Aceh selama memimpin tiga tahun terakhir ini. Jika merujuk pada PP dan turunan UUPA yang telah disahkan oleh Presiden menurutnya, hal itu merupakan hadiah dari pemerintahan Jokowi – JK, bukan karena perjuangan Zaini Abdullah selaku Gubernur Aceh.

“PP dan semua turunan UUPA selama Pemerintahan Jokowi – JK murni hadiah Jokowi – Jk untuk rakyat Aceh, bukan perjuangan Zaini. Ini fakta yang harus diluruskan, lihat saja Papua, sama juga semua Tapol malah diperlakukan cukup istimewa oleh jokowi – Jk. Karena sosok JK memang sosok inisiator Perdamaian. Kalau bukan JK wakil presiden nggak ada semua PP dan turunan UUPA tersebut,” kata dosen Universitas Muhammadiyah Aceh ini.

Politisi Hanura itu itu meminta Gubernur sedikit melakukan refleksi dan bernostalgia selama kepemimpinannya. Beberapa hal yang menjadi sorotanya seperti konflik horizontal yang kian menjadi-jadi, sistem perekonomian daerah yang carut marut, dan tidak maksimalnya penyerapan anggaran.

“Menghabiskan anggaran saja tidak mampu, konon lagi kalau kita suruh cari anggaran. Namun kita tetap menghormati hak beliau selaku warga negara untuk maju lagi, akan tetapi di situlah kesempatan rakyat mengadili beliau,” ujarnya.

Iswadi menyarankan Gubernur tidak terlalu memaksakan kehendak untuk maju dalam pertarungan pemilihan kepala daerah pada 2017 mendatang.

Seperti diberitakan kemarin, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah mengungkapkan kekecewaannya terhadap kinerja SKPA yang semakin melemah dalam masa tugasnya yang tersisa hanya dua tahun lagi. Terkait dengan itu, Gubernur Zaini mengatakan, meski ada keinginannya untuk naik lagi (mencalonkan diri sebagai calon gubernur periode 2017-2022), tapi bukan itu menjadi tujuan utamanya dalam sisa masa waktunya dua tahun lagi. (Baca: Doto Zaini Isyaratkan Maju Lagi).[] (ihn)

Foto: Iswadi (kanan)