Plh Sekjend KMPA: Kami Berharap Pemerintah Pusat Berbaik Sangka Terhadap Bendera Aceh

BANDA ACEH – Pelaksana harian Sekjend Komite Mahasiswa dan Pemuda Aceh (KMPA), Razie Mohammad, bersyukur lantaran usia perdamaian Aceh telah mencapai 10 tahun. Pasalnya kondisi damai membuat masyarakat Aceh menjadi leluasa dalam menjalankan aktivitas sehari-hari dan membangun kembali ekonominya sedikit demi sedikit.

“Selama 10 tahun usia damai ini kita patut mensyukurinya. Namun yang menjadi pertanyaannya adalah sudah sepuluh tahun usia penandatanganan perdamaian ini, tapi masih ada persoalan regulasi antara Aceh dan Jakarta,” ujar Razie Mohammad, S.P melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Rabu, 26 Agustus 2015.

Dia mencontohkan salah satu masalah regulasi tersebut adalah Qanun Lambang dan Bendera Aceh. Padahal qanun ini telah dimasukkan dalam Lembar Aceh pada 2013 lalu. Artinya sudah dua tahun disahkan tapi masih saja ada persoalan dengan Jakarta hingga sekarang dan belum juga selesai.

“Kami berharap pemerintah pusat di Jakarta berbaik sangka terhadap bendera bintang bulan yang menjadi bendera Aceh sebagai identitas Aceh di bawah naungan NKRI. Kalau begini terus kapan persoalan ini selesai dan butuh berapa kali lagi cooling down untuk menyelesaikan persoalan bendera dan lambang Aceh,” katanya.

Razie selaku perwakilan pemuda dan mahasiswa Aceh berharap pemerintah Pusat agar menyelesaikan persoalan tersebut. Bukan itu saja, Razie juga mengharapkan seluruh poin-poin dalam kesepakatan damai antara RI dan GAM turut diimplementasikan serta direalisasikan oleh pemerintah.

“Kita mengapresiasi dan mendukung langkah-langkah yang dilakukan oleh DPR Aceh untuk membentuk pansus, serta upaya untuk menemui langsung Presiden Jokowi dan pemerintah Aceh agar bisa kembali duduk bersama menyelesaikan polemik bendera dan lambang yang sudah berlarut-larut ini,” katanya.

“Kami yakin pemerintah pusat (Presiden Jokowi) konsisten dan berkomitmen menyelesaikan persoalan Aceh terkait lambang dan bendera Aceh, karena ini menjadi tuntutan dan aspirasi dari rakyatnya (rakyat Aceh) sebagai bagian dari rakyat Indonesia,” ujarnya.[](bna)

Leave a Reply