KMPA Langsa Dukung Sikap DPR Aceh Terkait Bendera

LANGSA – Komite Mahasiswa Pemuda Aceh Kota Langsa mengapresiasi rencana Badan Legislasi DPR Aceh untuk segera menyelesaikan perkara bendera Aceh dengan menjumpai Presiden Joko Widodo. Hal ini disampaikan oleh Kabid Politik KMPA Langsa, Ali Akbar, kepada portalsatu.com, Selasa, 25 Agustus 2015 kemarin.

“Ini langkah sangat tepat kami lihat terkait bendera Aceh,” ujarnya.

Dia mengatakan permasalahan bendera Aceh hingga kini belum memiliki kejelasan meski sudah ditetapkan dalam Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2013 tentang Bendera dan Lambang Aceh. Menurutnya dengan demikian bendera Aceh sah dan menjadi bagian perintah yang mengikat sesuai UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh.

“Karena bendera dan lambang Aceh memang amanah MoU Helsinki dan identitas Aceh,” kata Ali Akbar.

Dia mengatakan KMPA Langsa sangat berharap agar permasalah ini tidak kembali berlarut-larut. Apalagi usia perdamaian sudah mencapai 10 tahun walau belum semua implementasi MoU Helsinki diselesaikan.

“Kami masyarakat Aceh pun bertanya kenapa masih belum selesai-selesai, dan bila ‘pun selesai dilahirkan dalam qanun, namun masih dipermasalahkan oleh pemerintah pusat. Padahal seperti bendera Aceh dan lambang sudah diqanunkan oleh DPR Aceh sesuai dengan keinginan masyarakat Aceh,” katanya.

Dia meminta pemerintah Pusat agar benar-benar serius menanggapi keinginan rakyat Aceh. “Jangan terlalu mencurigai Aceh paska perdamaian dan menghindar dari propovaksi baru yang merugikan semua pihak,” katanya.[](bna)

Foto: Ilustrasi demo bendera Aceh di Banda Aceh. @tribunnews.com

Leave a Reply