Home Politik Jubir Fokus Gempar: Aceh Besar Terlalu Luas

Jubir Fokus Gempar: Aceh Besar Terlalu Luas

89
0

JANTHO – Forum Komunikasi Gerakan Mahasiswa Pemuda Pelajar (Fokus-Gempar) Kabupaten Aceh Besar mendukung upaya pemekaran wilayah Aceh Besar menjadi tiga kabupaten, yaitu Aceh Besar, Aceh Raya dan Aceh Rayeuk.

Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Fokus Gempar Aceh Besar, Rahmad Saputra, SIP, melalui siaran persnya kepada portalsatu.com, Sabtu, 19 September 2015.

“Pemekaran Aceh Besar itu adalah sebuah keharusan yang wajib dilakukan,” katanya.

Dia mengatakan Aceh Besar merupakan salah satu kabupaten di Aceh yang memiliki wilayah sangat luas mencapai 2.974,12 km2. Daerah yang masuk dalam administratif Aceh Besar tersebut meliputi dari Lhoong hingga Lembah Seulawah dan dari Pulo Aceh hingga Lampanah Leungah.

“Kalau hari ini kita ingin mengelilingi Aceh Besar, butuh waktu dan tenaga yang ekstra. Saya kira dengan luas wilayah seperti itu, rasanya tidak akan masuk akal kalau misalnya pemerintah Aceh Besar beralasan bahwa pemerintahan akan berjalan efektif dan permasalahan yang dihadapi oleh rakyat akan bisa diatasi,” kata Rahmad.

Dia mengatakan salah satu kendala yang dialami oleh masyarakat Aceh Besar hari ini adalah jarak jangkauan ibukota kabupaten, yang berada di Jantho. Menurutnya, warga yang hendak mengurus keperluan berkaitan dengan pemerintahan membutuhkan waktu satu hingga dua jam perjalanan jika menempuh jalur darat.

“Bayangkan saja kalau mereka yang tinggal di Pulo Aceh, itu baru dari sisi waktu, belum lagi dari sisi finansial yang harus masyarakat keluarkan. Dan kami sangat yakin bahwa pemerintah Aceh Besar hari ini juga memiliki permasalah yang sama dalam menjangkau dan mengelola semua wilayah yang ada di Aceh Besar,” kata Rahmad.

Di sisi lain, Rahmad merujuk pada sejarah perjalanan Kabupaten Aceh Besar yang kurang memberikan perhatian kepada daerah pesisir. “Dan itu saya kira sangat tidak baik dalam proses bernegara,” ujarnya.

Rahmad Saputra juga menjelaskan dengan adanya pemekaran, ada banyak sisi manfaat yang akan didapatkan. Salah satunya adalah rentan kendali pemerintah akan lebih dekat dengan wilayah yang tidak begitu luas.

“Pemerintah akan lebih mudah dan fokus melakukan pembangunan terhadap kesejahteraan masyarakatnya, kemudian alokasi DAU dan DAK dari pemerintah pusat secara otomatis akan bertambah sesuai ketentuan berlaku. Dan itu saya kira cukup mengutungkan rakyat Aceh Besar,” ujarnya.

Dia lantas mencontohkan dengan pemekaran Aceh Barat menjadi beberapa kabupaten lain. Menurutnya pemekaran daerah bukanlah barang haram dan juga bukan momok menakutkan. Hal ini, kata dia, juga diatur dalam undang-undang yang berlaku di Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Fokus Gempar mendesak pemerintah kabupaten, DPRK, dan Pemerintah Aceh serta DPRA untuk memberikan rekomendasi pemekaran wilayah di Aceh Besar.

“Fokus-Gempar juga berharap pemerintah tidak melihat pemekaran daerah dari sisi politis dan sisi kepentingan kelompok, tetapi pemekaran harus dilihat dari sisi positif dan keuntungan bagi rakyat banyak,” katanya.[](bna)