Polisi Syariat Kewalahan Razia Busana Ketat?

Polisi Syariat Kewalahan Razia Busana Ketat?

BANDA ACEH – Puluhan anggota Satpol PP-WH Provinsi Aceh merazia busana ketat di jalan Banda Aceh-Medan, tepatnya di Desa Meunasah Manyang, Pagar Air, Aceh Besar, Kamis, 16 April 2015. Razia di jalan provinsi ini membuat petugas mengaku kewalahan lantaran banyak pelanggar syariat yang membandel.

“Kewalahan juga kami kalau razia di jalan raya, banyak pelanggar yang terobos razia,” ujar Kasi Pelanggaran Satpol PP-WH Aceh, Syamsudin.

Razia busana ketat tersebut dilakukan Satpol PP dan WH Aceh berdasarkan amanah Qanun Aceh Nomor 11 tahun 2002 tentang Ibadah, Aqidah, Syiar Islam. Busana ketat bisa diartikan sebagai pakaian yang membentuk tubuh kaum perempuan. Sementara untuk lelaki adalah menggunakan celana pendek yang memperlihatkan aurat.

Banyak pelanggar Qanun Nomor 11 Tahun 2002 yang terjaring dalam razia tersebut, baik perempuan maupun laki-laki. Namun dalam razia ini, petugas Satpol PP-WH hanya memberikan tausiah agar pelanggar tidak mengulangi perbuatannya.

“Masih banyak yang melanggar syariat, bahkan orang tua pun banyak yang tidak mau menjalankan syariat Islam kususnya di bidang pakaian,” ujar Syamsudin.

Syamsudin mengaku razia rutin yang dilakukan pihaknya ikut membantu penurunan angka pelanggaran syariat Islam. “Biasanya ratusan terjaring, hari ini tidak sampai, paling puluhan yang terjaring. Ini membuktikan ada penurunan pelanggar Qanun No 11 tahun 2002,” katanya.[](bna)

Leave a Reply