Polisi syariah Saudi diduga terlibat korupsi

POLISI syariah Arab Saudi tengah mendapat kritikan setelah diduga melakukan korupsi keuangan dan administrasi.

Seorang sumber dari Komisi Pemberantasan Korupsi Nasional Saudi atau dikenal sebagai Nazaha mengatakan pihaknya telah menerima sebuah pengaduan atas dugaan pelanggaran, dan penyelidikan terkait masalah ini akan dilakukan, seperti dilansir stasiun televisi Al Arabiya, Rabu (28/8), mengutip surat kabar asal Saudi Okaz kemarin.

Salah satu pelanggaran di antaranya sebuah kontrak dengan perusahaan real estat untuk menyewa sebuah menara di Jalan Raja Fadh di Ibu Kota Riyadh.

Kontrak itu diduga berkisar Rp 49,3 miliar, meski bangunan yang sama sebelumnya disetujui untuk disewakan kepada departemen perumahan Saudi dengan nilai Rp 43,6 miliar.

Keluhan itu juga termasuk klaim bahwa seorang pejabat dari polisi syariah Saudi menerima pinjaman Rp 2,3 miliar, di mana Rp 1,1 miliar dialokasikan untuk pembukaan program pelatihan keamanan intelektual.

Namun, laporan itu mencatat bahwa Universitas Islam Imam Muhammad Bin Saud yang bertanggung jawab untuk mengorganisir program ini bukan pejabat polisi syariah yang menerima pinjaman. Selain itu, tidak ada mekanisme yang jelas untuk mengawasi bagaimana dana itu direalisasikan.

Juru bicara polisi syariah Saudi, Turki al-Shaleel, menolak tuduhan itu sebagai keputusan tidak berdasar, dan bagian dari upaya untuk memfintah otoritas keagamaan. Diamengatakan sekretaris jenderal polisi syariah berhak untuk menuntut pihak-pihak yang menyebar laporan yang salah tentang hal ini.

Kepala polisi syariah Saudi, Syekh Abdel Latif al-Syekh, melaporkan hal itu langsung kepada Raja Abdullah bin Abdul Aziz.

Kepolisian syariah Saudi mempekerjakan 4.000 polisi di lapangan dengan tugas berpatroli di jalan dan menindak segala aspek serta perilaku yang dianggap bertentangan dengan Syariah Islam.

Anggaran polisi syariah pada tahun 2013 diperkirakan mencapai Rp 4,2 triliun, meningkat 35 persen dari anggaran tahun 2012, seperti dikutip majalah Arabian Business. | sumber: merdeka.com

  • Uncategorized

Leave a Reply