Polisi Periksa Saksi Penembakan Rumah Misbahul

LHOKSEUMAWE- Aparat Kepolisian Resort Lhokseumawe menemukan 9 selongsong peluru jenis M-16 paska penembakan rumah Misbahul Munir, Wakil Ketua DPRK Aceh Utara dari Fraksi Partai Aceh yang sedang diproses Pergantian Antar Waktu (PAW).

Kasat Reskrim Polres Lhokseumawe AKP Galih Indra Giri mengatakan, selain selongsong peluru, polisi juga menemukan botol yang dipakai untuk wadah bom molotov. "Pelaku diperkirakan berjumlah 3 orang, dengan memakai penutup wajah,” kata Galih saat dihubungi The Atjeh Post, Selasa siang, 10 Januari 2012.

Menurut Galih, polisi masih menyelidiki perkara itu. Itu sebabnya, ia belum bisa memastikan motif penembakan dan pelemparan bom molotov di rumah Misbahul Munir.“Kita tidak bisa menjawab sembarangan” ujar Galih.

Seperti diberitakan sebelumnya, penyerangan terhadap rumah Misbahul Munir di Desa Keude Krueng, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara terjadi pada  Selasa, 10 Januari 2012, sekitar pukul 04.00 WIB dini hari. Saat kejadian Misbahul sedang berada di luar daerah.

Tiga penjaga rumah yang juga menjadi saksi penyerangan itu sudah dimintai keterangan oleh polisi. “Tadi saya beberapa teman saya sudah dipanggil oleh Kapolsek untuk dimintai keterangan”, ujar Zulfikar, salah seorang penghuni rumah Misbahul saat kejadian (baca: Kesaksian Penjaga Rumah Misbahul dari Balik Jendela).[] 

  • Uncategorized

Leave a Reply