Polisi pemerkosa, pembakar dan pembunuh siswi divonis seumur hidup

Pengadilan Negeri Sleman Daerah IstimewaYogyakarta (DIY) memberikan vonis hukuman seumur hidup terhadap Brigadir (Pol) Hardani (53), terdakwa otak pelaku kasus pemerkosaan, pembakaran dan pembunuhan siswi SMK YPKK Maguwoharjo, Ria Puspita Ristanti (17).

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Sleman, Riyadi Sunindyo SH dalam amar putusannya menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan telah memperkosa sekaligus otak pembunuhan terhadap Ria Puspita Ristanti pada April lalu.

"Menghukum terdakwa dengan hukuman pidana seumur hidup," kata Riyadi Sindyo di Pengadilan Negeri Sleman DIY, Kamis 24 Oktober 2013.

Dalam putusannya, majelis menilai tidak ada hal-hal yang meringankan bagi terdakwa. Perbuatan tersebut selain sadis, tidak berperikemanusiaan, melukai harkat perempuan, juga meresahkan masyarakat.

"Sebagai anggota Polri, seharusnya melindungi masyarakat. Tidak seharusnya melakukan perbuatan seperti itu," katanya lagi.

Namun meski dihukum seumur hidup, putusan justru lebih ringan dari tuntutan jaksa, Wahyu Handono SH, yang meminta agar terdakwa dihukum mati.

Saat vonis dibacakan, ratusan pengunjung yang mengikuti persidangan berteriak dan menyatakan tidak terima atas putusan hakim yang dinilai ringan tersebut. Kedua orangtua korban juga tampak kecewa atas putusan majelis.

Brigadir Hardani terbukti memerintah enam kawannya untuk menghilangkan nyawa dan membakar mayat siswi yang masih duduk di kelas XI.

Pada hari yang sama, digelar sidang atas tiga terdakwa lain. Pasangan ayah-anak, Khairil Anwar dan Yonas Revolusi Anwar  yang berperan sebagai eksekutor juga divonis hukuman seumur hidup. Sedangkan terdakwa Edi Nur Cahyo alias Kuntet dijatuhi hukuman 10 tahun kurungan. [] sumber: viva.co.id

  • Uncategorized

Leave a Reply